Pemprov Jabar Perluas Jejaring Potensi Investasi, Jelang West Java Investment Roadshow 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggencarkan serangkaian audiensi, memperluas jejaring potensi investasi jelang gelaran West Java Investmen Roadshow 2025.

Pemprov Jabar Perluas Jejaring Potensi Investasi, Jelang West Java Investment Roadshow 2025
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggencarkan serangkaian audiensi, memperluas jejaring potensi investasi jelang gelaran West Java Investmen Roadshow 2025.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggencarkan serangkaian audiensi, memperluas jejaring potensi investasi jelang gelaran West Java Investmen Roadshow 2025.

Enam Kedutaan Besar seperti Korea Selatan, United Kingdom, Uni Emirat Arab (UEA), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura dan Filipina dijajaki, guna mengenalkan potensi dan proyek strategis Jawa Barat, serta memperkuat kerja sama internasional menjelang West Java Investment Roadshow (WJIR) 2025 dan West Java Investment Summit (WJIS).
Delegasi Pemprov yang dikomandoi Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik membawa sejumlah penawaran, kala bertemu Han Jongho (First Secretary/Commercial Attaché) Korea Selatan.

Diskusi mencakup peluang investasi di bidang industri otomotif, kimia, baja, industri berat dan produk makanan, sekaligus membahas tantangan regulasi dan prosedural yang dihadapi investor. 

"Delegasi menyampaikan komitmen, untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga dapat mendorong minat dan partisipasi lebih besar dari pelaku usaha Korea Selatan dalam pengembangan ekonomi Jawa Barat," ujar Dedi dikutip Rabu 13 Agustus 2025.

Berbeda ketika beraudiensi dengan Kedutaan Besar Inggris, delegasi Pemprov Jabar bertemu First Secretary Defence and Security–Trade,Tim Maile beserta perwakilan British Chamber of Commerce, British Council dan pihak kedutaan untuk membahas peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.

Fokus pembahasan meliputi pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (ToD), infrastruktur kesehatan, energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan. Delegasi juga memaparkan potensi wilayah seperti Rebana Metropolitan dan Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Pihak Inggris menyatakan dukungan, untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut dan mendorong partisipasi mitra bisnis mereka dalam ajang promosi investasi Jawa Barat. British Chamber siap mengundang perusahaan anggotanya untuk berpartisipasi dalam WJIR dan WJIS 2025," kata dia.

Sementara dengan Penasihat Kantor Ekonomi dan Perdagangan Kedutaan Besar Tiongkok, Wu Zhiwei. Telah dibangun komitmen bersama dalam memperkuat kemitraan investasi.

"Tiongkok menyatakan minat menggelar forum investasi bersama pada Oktober 2025, melibatkan China Chamber of Commerce dan pelaku usaha Tiongkok, disertai kunjungan lapangan ke megaproyek, destinasi wisata dan kawasan pertanian potensial di Jawa Barat," ungkapnya.

Sedangkan ketika delegasi Pemprov bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muslimin Anwar bertemu dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, pertemuan tersebut membahas mengenai perkembangan investasi UEA di Jawa Barat serta peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.
Dubes UEA merekomendasikan agar Jawa Barat memprioritaskan lima proyek unggulan, untuk ditawarkan kepada investor UEA dan berkomitmen menyebarluaskan informasi tersebut ke jaringan investornya.

"Selain itu, pertemuan tersebut juga turut membahas potensi kerja sama MRO dan Cargo Village di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), termasuk peluang kolaborasi dengan maskapai Emirates dan Etihad untuk rute penerbangan umrah," ujarnya.

Kala bersua Counsellor of Commercial Section Azrulnizam Shah dan Regional Director Enterprise Singapore Toh Ghee Wei dari Kedutaan Besar Singapura, empat fokus investasi seperti infrastruktur, ekonomi hijau, ekonomi digital dan kesehatan ditawarkan.
Pihak Infrastructure Asia tampak menunjukkan minat pada proyek pabrik pengolahan air berskala menengah (150 lps) dan siap memfasilitasi melalui jaringan perbankan Singapura.

Selain itu, Enterprise Singapore dan Infrastructure Asia juga tertarik bertemu Gubernur Jawa Barat untuk memperbarui prioritas kerja sama dan MoU yang ada.

Terakhir, bersama Charge d'Affaires Kedutaan Besar Filipina Gonaranao B Musor, potensi kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu meliputi proyek MRO dan Cargo Village di BIJB, serta rencana pembukaan rute penerbangan baru Kertajati–Filipina melalui Cebu Pacific.

Filipina juga turut mengundang Jawa Barat untuk berpartisipasi, dalam acara Kamar Dagang Filipina pada akhir Agustus 2025 sebagai ajang promosi investasi.
"Rangkaian pertemuan dengan enam kedutaan besar ini menjadi momentum penting bagi Jawa Barat, dalam membangun jejaring investasi internasional. Fokus kerja sama yang terjalin meliputi infrastruktur, industri strategis, logistik, penerbangan, ekonomi hijau, ekonomi digital, pariwisata, hingga pengolahan air bersih," kata Dedi Taufik.

Dengan dukungan kemitraan global dan persiapan matang, West Java Investment Roadshow 2025 diharapkan menjadi platform promosi investasi berskala internasional yang dapat memperkokoh posisi Jawa Barat sebagai destinasi investasi unggulan di Indonesia.***


Editor : JakaPermana