Pemprov Jabar Siap Jajaki Potensi Kerjasama Pengelolaan Sampah TPAS Sarimukti

Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap menjajaki potensi kerjasama yang ditawarkan PT Siam Cement Group (SCG) atau Semen Jawa, terkait pengelolaan sampah TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Pemprov Jabar Siap Jajaki Potensi Kerjasama Pengelolaan Sampah TPAS Sarimukti

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap menjajaki potensi kerjasama yang ditawarkan PT Siam Cement Group (SCG) atau Semen Jawa, terkait pengelolaan sampah TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menuturkan, Semen Jawa berencana ingin mengolah sampah TPAS Sarimukti menjadi refused derived fuel (RDF).

Sebab kata Sekda Herman, Semen Jawa ingin bertransisi dalam penggunaan bahan bakar industri, dari batu bara ke RDF. Dimana target mereka, produksi semen sudah zero nett emission di 2050.

"Mereka audiensi, ingin mengembangkan RDF di Sarimukti. Mereka mulai mendorong agar beberapa komponennya dikonversi ke energi hijau. Salah satunya RDF," ujar Sekda Herman di Kota Bandung baru-baru ini.

Kebutuhan RDF mereka kata dia, mencapai 600 ton perhari. Sehingga butuh pasokan, salah satunya dari pengelolaan sampah TPAS Sarimukti.

Sejauh ini kata dia, sampah di TPAS Sarimukti sekitar 1.300 ton perhari, dengan masuknya Semen Jawa dapat dikelola berkurang sekitar 500 ton.

"Dari 500 ton (sampah), akan didapatkan RDF sekitar 200 ton," ucapnya.

Total nilai investasi pengelolaan sampah TPAS Sarimukti menjadi RDF yang ditawarkan Semen Jawa sambung Sekda Herman, sekitar Rp100 miliar.

Menyikapi hal ini, dia mengaku akan segera melaporkan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin dan Gubernur terpilih Dedi Mulyadi, merespon tawaran tersebut.

"Kalau Pak Gubernur memberikan green light (lampu hijau), maka kita akan tempuh. Mekanusmenya sesuai pengadaan barang dan jasa," kata dia.

Terlepas dari itu Sekda Herman berharap, rencana pengelolaan sampah TPAS Sarimukti oleh Semen Jawa ini dapat terealisasi.

Sebab, dengan adanya bantuan dalam mengurangi jumlah sampah, otomatis akan membantu memperpanjang jangka waktu penggunaannya.

Mengingat TPPAS Regional Legoknangka, Kabupaten Bandung diperkirakan baru akan beroperasi antara 2028-2029 mendatang. Maka dari itu, diharapkan dari sekarang dan sampai waktu tersebut, TPAS Sarimukti masih mampu menampung sampah.

"Kalau tidak pakai treatment, ini kan berat. Mudah-mudahan dengan teknologi RDF, sampahnya paling tidak bisa berkurang," ujarnya.

Selain itu kata dia, bila kerjasama ini terealisasi, bukan tidak mungkin menambah profit atau keuntungan bagi Jabar.

"Ada sewanya mungkin atau bagi hasil. Apapun itu, nanti kita lihat sesuai dengan ketentuan. Tapi yang jelas ada benefit, ada profit," tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti