Pemprov Jabar Siapkan Rp200 Miliar Dana BTT untuk Siaga Bencana, Fokus pada Alat Berat dan Mitigasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp200 miliar untuk menghadapi potensi bencana akhir 2025 hingga awal 2026. Anggaran ini difokuskan untuk pengadaan alat berat, perlengkapan mitigasi, dan peningkatan sistem deteksi dini bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyiapkan anggaran Rp200 miliar melalui pos Belanja Tak Terduga (BTT) dalam APBD Perubahan 2025 untuk menghadapi potensi bencana alam menjelang akhir tahun hingga awal 2026.
Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penanganan darurat saat bencana terjadi, tetapi juga untuk memperkuat upaya mitigasi dan antisipasi dini di seluruh wilayah rawan bencana di Jawa Barat.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan dana BTT tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan di lapangan.
“Anggaran tanggap darurat bencana itu ada di BTT. Itu siap digunakan kapan saja, di mana saja, dan bukan hanya pada saat terjadi bencana, tetapi juga untuk antisipasi dan mitigasi,” ujar Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/11/2025).
Herman menjelaskan, pengadaan alat berat dan perlengkapan mitigasi menjadi prioritas utama penggunaan dana tersebut. Pasalnya, hingga kini sejumlah daerah di Jawa Barat masih kekurangan sarana penunjang penanganan bencana.
“Dengan adanya dana ini, kekurangan alat berat bisa segera dipenuhi. Sehingga penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat dan optimal. Pak Gubernur juga sudah memberikan arahan agar segera melengkapi alat berat,” jelasnya.
Dia menambahkan, Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat hingga tahun depan. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta menyiapkan pula anggaran tanggap darurat agar koordinasi penanganan bencana di lapangan bisa berjalan efektif.
“Mudah-mudahan bencana tidak terjadi. Tapi kalau pun terjadi, dengan kesiapan alat berat dan perlengkapan yang memadai, kita bisa tangani dengan cepat,” kata Herman.
Langkah kesiapsiagaan ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang berencana memperkuat sistem mitigasi dengan dukungan teknologi canggih. Salah satunya melalui pengadaan radar pendeteksi bencana yang akan dioperasikan oleh BMKG Stasiun Geofisika Bandung pada 2026.
“Selama ini kita belum punya radar. Jadi di 2026, Pemda Jabar akan memiliki radar pendeteksi bencana,” ujar Herman. ***
Editor : Gin gin T Ginulur
