Pemprov Jabar Terus Gelorakan Sosialisasi Zero New Stunting, Kejar Target Progresif 14 Persen di 2024
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggelorakan sosialisasi zero new stunting, menuju Indonesia Emas 2045.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggelorakan sosialisasi zero new stunting, menuju Indonesia Emas 2045.
Dimana pada 2024 ini, target progresif ditetapkan dari angka 21,7 persen di 2023 harus diturunkan menjadi 14 persen di tahun sekarang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, serangkaian upaya terus dilakukan dalam menekan prevalensi stunting.
Tidak hanya sosialisasi, tetapi juga distribusi asupan kepada balita dan ibu hamil juga terus digencarkan. Harapannya, melalui kolaborasi seluruh stakeholder, mampu mewujudkan zero new stunting menuju Indonesia Emas 2045.
Termasuk dalam kegiatan pemecahan rekor MURI SoKlin Tantangan 101, yang digagas Wings Care di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu 22 September 2024.
Dimana melalui kegiatan ini, sosialisasi menekan stunting dapat berjalan massif, melibatkan industri dan masyarakat luas.
"Jadi ini harus diikhtiarkan oleh semua. Tidak ada boleh ada stunting baru. Karena itu kami mengimbau semua, mari kita bahu-membahu memastikan tidak ada stunting baru," ujar Sekda Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu 22 September 2024.
Dia menambahkan, ada dua strategi yang harus dilakukan bersama-sama, yakni intervensi sebelum dan setelah kelahiran. Bagaimana menjamin asupan gizi ibu hamil dan balita terjaga.
"Saya kira dua strategi itu atau dua jurus itu kalau dilaksanakan, In Syaa Allah Jawa Barat bebas dari stunting yang baru," ucapnya.
Sekda Herman pun mengaku optimistis, prevalensi stunting di Jabar dapat diintervensi dari 21,7 persen menjadi 14 persen. Sampai akhirnya nanti zero new stunting menuju 2045.
Asal kata dia, kolaborasi dan kesungguhan semua pihak dapat berjalan baik, seperti pemerintah, industri, media massa dan masyarakat.
"Mudah-mudahan mohon doa restu semua. Tapi yang jelas sukses atau tidaknya, tergantung partisipasi masyarakat. Pemerintah hanya memfasilitasi. Ayo kita gotongroyong," imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi menambahkan, saat ini angka stunting di Jawa Barat sekitar 180 ribu balita.
Pihaknya berharap, melalui sejumlah intervensi yang dilakukan dapat membuahkan hasil maksimal, dimana keberhasilannya nanti akan terlihat pada pemeriksaan dan pengukuran serentak pada 30 September sampai 6 November 2024 mendatang.
"Mudah-mudahan lancar. In Syaa Allah dengan monev, bina wilayah, LO yang dibentuk Pak Gubernur (Bey Machmudin), diharapkan dapat mengaping kabupaten/kota, mengingatkan terus. Tidak hanya stunting, tapi berapa balita yang bisa kita selamatkan," ucapnya.
Sementara Marketing Manager Household Category WINGS Group Indonesia Joanna Elizabeth Samuel, menuturkan, hidup sehat merupakan tujuan semua orang. Termasuk memastikan kebersihan pakaian. Maka dari itu, diharapkan keterlibatan ibu-ibu dapat menjadi agen penggerak dalam keluarga akan kebersihan.
"Pemecahan rekor MURI membersihkan baju dengan jenis noda terbanyak di Indonesia yang diraih oleh detergen SoKlin Liquid 10X Protect dalam membersihkan 101 noda diharapkan. Berawal dari pakaian bersih untuk keluarga sehat bebas dari ancaman noda dan bakteri penyebab penyakit,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini, ribuan ibu-ibu terlibat baik dari Kota Bandung dan sekitarnya, menyosialisasikan pola hidup bersih dan intervensi stunting.
Editor : Ahmad Sayuti

