Tidak hanya Petani, BGN juga akan Kerjasama dengan Kopdes untuk Program MBG

BGN ungkap pihaknya akan kerjasama dengan Kopdes tidak hanya petani untuk program MBG.

Tidak hanya Petani, BGN juga akan Kerjasama dengan Kopdes untuk Program MBG
BGN akan bekerjasama dengan Kopdes dalam program MBG.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) ungkap rencana ke depannya yang akan dilakukan dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN memastikan dapur program MBG akan terus menyerap hasil pertanian kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dan perekonomian lokal.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro mengatakan pengembangan program MBG perlu didukung kesiapan petani, koperasi, serta pelaku usaha lokal dalam menyediakan bahan pangan bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

"Kalau sekarang petani susah, kalau sekarang orang transmigrasi susah untuk memasarkan bahan bakunya, sudah ada dapur. Tinggal datang, kita siapkan," tutur Dony.

Dony menyatakan hasil produksi petani di kawasan transmigrasi dapat dihimpun melalui koperasi sebelum disalurkan kepada SPPG sesuai kebutuhan, standar mutu, dan keamanan pangan.

Penguatan rantai pasok tersebut memungkinkan pengeluaran program MBG berputar di daerah serta memberikan manfaat kepada petani, koperasi, usaha mikro dan kecil, penyedia jasa distribusi, dan tenaga kerja lokal.

"Ingat, ada koperasi desa/kelurahan merah putih yang dapat mengoordinasikan, mengumpulkan, dan menyajikan bahan pangan itu kepada dapur," ingatnya.

program MBG tidak hanya menjadi intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga dapat membentuk ekosistem ekonomi pangan yang menghubungkan produksi di tingkat desa dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Keberadaan permintaan pangan yang rutin dari SPPG dapat memberikan kepastian pasar selama pasokan lokal memenuhi persyaratan jumlah, kontinuitas, mutu, dan keamanan pangan.***


Editor : Irma Nurfajri