Cegah Keracunan MBG, Farhan Perketat Pengawasan 3 SPPG Kota Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memperketat, pengawasan terhadap tiga SPPG yang dinilai belum memenuhi standar pengelolaan MBG.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memperketat, pengawasan terhadap tiga satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dinilai belum memenuhi standar pengelolaan makan bergizi gratis (MBG).
Tiga SPPG yang mendapat pengawasan khusus berada di Mandalajati, dan dua lainnya di Kecamatan Lengkong. Pengawasan, dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul munculnya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.
“Sekarang tiba-tiba terjadi lagi ledakan kasus keracunan di berbagai daerah. Di Kota Bandung, kami menemukan masalah di Mandalajati,” kata Farhan, Senin (14/9/2026).
Dia meminta seluruh kewilayahan, Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memperhatikan pelaksanaan MBG. Pengawasan mencakup kondisi dapur, pengelolaan sampah, keamanan pangan hingga penempatan makanan.
“Kita akan perhatikan betul, terutama mulai dari pengelolaan sampah sampai penempatan makanan,” ucapnya.
Menurut Farhan, tiga SPPG masuk pengawasan khusus karena belum memenuhi standar yang ditetapkan. Standar keamanan dan pengelolaan SPPG, ditegaskan harus dijaga karena makanan didistribusikan dalam jumlah besar.
“Karena belum memenuhi standar yang baik. Standar kita tinggi,” ujar dia.
Meski masuk pengawasan khusus, dia memastikan tiga SPPG itu tidak langsung ditutup. Pengelola diberi kesempatan melakukan perbaikan, terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan dalam pemeriksaan.
“Tidak langsung ditutup. Kita paksa diperbaiki. Kalau tidak ada perbaikan dan kemudian menimbulkan masalah, ya kita tutup,” tuturnya.
Pengelola mendapat waktu dua minggu melakukan pembenahan. Dia menjadwalkan evaluasi kembali pada 27 September 2026, guna memastikan perbaikan sudah dilakukan sesuai standar.
Selama masa perbaikan, SPPG masih diperbolehkan memproduksi dan mendistribusikan makanan. Namun, pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan oleh perangkat daerah terkait.
“Masih bisa. Namun tetap kita awasi terus. Kita tidak mau kejadian seperti di daerah lain, tiba-tiba terjadi ledakan kasus keracunan,” ujar dia.
Farhan mengatakan, kapasitas pelayanan tiga SPPG itu cukup besar. Masing-masing SPPG diperkirakan melayani sekitar 2.000 penerima manfaat sehingga persoalan keamanan pangan tidak boleh dianggap ringan.
“Banyak. Tidak mungkin kurang dari 2.000. Saya tidak mau menunggu sampai terjadi kejadian. Sebelum ada kejadian, kita cegah dulu,” tegasnya.
Farhan menegaskan, program MBG tetap mendapat dukungan penuh. Namun, dukungan itu harus berjalan bersama pengawasan ketat agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
“Pemerintah Kota Bandung mendukung 100 persen program MBG,” tambahnya.
Editor : Doni Ramdhani

