Penanganan Banjir Bogor Utara Bima Tebang Pilih?
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkesan tebang pilih dalam menindak penyebab banjir di kawasan Kecamatan Bogor Utara pada Minggu 26 November 2023 malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkesan tebang pilih dalam menindak penyebab banjir di kawasan Kecamatan Bogor Utara pada Minggu 26 November 2023 malam.
Untuk banjir wilayah RW06 Cibuluh dan RW11 Tanah Baru yang diduga disebabkan faktor drainase tersumbat karena bangunan SMAKBO langsung ditindak Bima dengan terjun ke lapangan.
Sementara itu, untuk banjir RW05 Kelurahan Cibuluh yang diduga dampak pembangunan jalan yang menghubungkan kawasan One Central Business District (OCBD) Bogor dengan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR), belum juga ditindaklanjuti Bima Arya.
Untuk diketahui, peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya proyek pembangunan konstruksi jalan kawasan OCBD dan tol BORR dilakukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Founder Olympic Group Au Bintoro, Vice CEO PT Olympic Imelda Fransisca, CEO PT Olympic Bangun Persada Norman Edward, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Dedi Krisnariawan Sunoto, Direktur Utama PT. Jasamarga Related Business Denny Abdurachman dan Direktur Utama PT Jasa Marga Toll Road Operator Yoga, Co Founder Full Belly & Sportainment Gading Marten dan investor Fat Belly Choky Sitohang.
"Tindak lanjut banjir yang Smakbo hari ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dan saya sudah kontak menteri agar segera ditangani," tutur Bima kepada INILAH di bilangan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal pada Selasa (28/11/2023) pagi.
Saat ditanya soal tindak lanjut banjir dekat kawasan OCBD, Bima irit komentar.
"Ya, OCBD saya minta laporannya hari ini," ujarnya.
Sementara itu, warga Kampung Kaumsari RT 04 RW 05, Kelurahan Cibuluh, Ahmad menuturkan, warga Kaumsari mau menuntut ke OCBD, karena warga kena dampaknya kebanjiran diduga gara-gara pembangunan jembatan yang akan membuat jalan tol.
"Kami warga Kaum Sari meminta pertanggungjawaban karena kebanjiran, perabot terendam air. Sebelumnya belum pernah banjir parah begini. Bahkan ayam peliharaan saya mati semua terendam banjir. Setelah kejadian banjir ada BPBD dan Kecamatan Bogor Utara saja yang mendata dan memberikan tindakan," tuturnya.
Terpisah, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah menjelaskan, pihak Pemkot Bogor juga sudah berkoordinasi antar OPD bagaimana akan melakukan langkah, seperti pengerukan kali karena kecamatan sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Kota Bogor.
"Jadi, untuk banjir diduga karena proyek OCBD dan banjir diduga SMAKBO ini diajukan dahulu kerugiannya, dilihat tanggapannya dahulu. Di OCBD yang parah 10 rumah dan lainnya terendam hanya satu lutut saja. Karena yang dekat OCBD saja parahnya," jelasnya.
Sebelumnya, sebagai informasi, proses pembangunan konstruksi jalan yang menghubungkan kawasan OCBD Bogor, dengan Jalan Tol BORR dimulai setelah dilaksanakannya groundbreaking ceremony akses langsung OCBD Bogor ke Jalan Tol BORR pada Jumat (25/8/2023) lalu.
"Groundbreaking ini bukan saja program dari grup olympic, tapi ini bagian dari desain besar tata Kota Bogor yang mengintegrasikan Jakarta dan sekitarnya. Ini bagian dari kebijakan redistribusi fungsi," ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya usai groundbreaking.
Perencanaan tata kota ini kata Bima Arya, harus terus dilakukan secara sustainable atau berkelanjutan, karena Kota Bogor merupakan wilayah strategis. Berbicara Bogor tidak bisa hanya melihat 1 juta penduduk, namun Bogor ini bagian dari Jakarta megapolitan dan sekitarnya.
"Karena kita bicara tentang satu kota yang memiliki identitas dan karakter yang lebih kuat dari yang lain. Di sini nilai politiknya kuat nilai sejarahnya kuat, Bogor juga memiliki Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan Bogor. Dengan landscape seperti itu tugas wali kota berikutnya juga harus konsisten mengintegrasikan Bogor dengan Jakarta Megapolitan," tuturnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

