Camat Gulirkan Penanganan Banjir Cibuluh di Musrenbang Bogor Utara

Kecamatan Bogor Utara menggelar Musrenbang. Kali ini, Camat Bogor Utara Riki Robiansyah mencanangkan opsi baru terkait penanganan banjir lintasan yang kerap melanda puluhan rumah warga di RW 4 dan RW 6 Kelurahan Cibuluh.

Camat Gulirkan Penanganan Banjir Cibuluh di Musrenbang Bogor Utara
Di depan Wali Kota Bogor Bima Arya, Riki mengusulkan agar Pemkot Bogor memberikan kepastian penanganan banjir Cibuluh kepada warga yang menjadi langganan agar dipindahkan melalui proses pembebasan lahan. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Kecamatan Bogor Utara menggelar Musrenbang. Kali ini, Camat Bogor Utara Riki Robiansyah mencanangkan opsi baru terkait penanganan banjir lintasan yang kerap melanda puluhan rumah warga di RW 4 dan RW 6 Kelurahan Cibuluh.

Di depan Wali Kota Bogor Bima Arya, Riki mengusulkan agar Pemkot Bogor memberikan kepastian penanganan banjir Cibuluh kepada warga yang menjadi langganan agar dipindahkan melalui proses pembebasan lahan.

"Warga di 2 RW ini selalu terdampak banjir setiap hujan mengguyur. Saya berharap, mereka bisa mendapat kepastian (penanganan banjir) dengan lahannya dibeli pemerintahan daerah. Dengan mendapat ganti untung kepada warga Cibuluh agar bisa membangun tempat tinggal baru yang lebih aman," kata Riki, Rabu 24 Januari 2024

Riki menjelaskan, setelah dibebaskan, lahan itu bisa digunakan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan menambah land banking Kota Bogor yang masih jauh dari ketentuan yakni sebesar 20 persen dari total luas keseluruhan kota.

"Berdasarkan Peraturan Daerah nomor 6 tahun 2021 tentang RTRW 2011-2031 dan UU nomor 26 tahun 2007 tebtang penataan ruang menyebut ada kewajiban Kota Bogor untuk menyediakan RTH atau land banking sebesar 20 persen. Sementara saat ini masih 4 persen. Opsi ini bisa dimanfaatkan untuk menambah besaran itu," jelas Riki.

Riki menegaskan, solusi atas bencana ini perlu segera ditetapkan karena warga selalu merasa terganggu dan dirugikan. 

"Terlebih saat ini banjir bisa mencapai ketinggian dada orang dewasa dan membutuhkan waktu hingga 5 jam untuk surut," tegasnya.

Sedangkan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan setuju dengan usulan bawahannya itu. Dirinya melihat wilayah dan warga terdampak banjir lintasan memang perlu dialokasikan sehingga tidak terus menerus dilanda banjir dan kerepotan.

"Saya setuju harus dialokasikan menjadi land banking supaya ada lahan yang dibebaskan untuk jalur hijau dan mengurangi volume air yang mengalir ke warga," terang Bima.

Bima berpendapat, solusi permanen memang perlu segera dipikirkan sebab masyarakat tidak bisa selamanya disodorkan penanganan sementara seperti rumah susun. 

"Saya pun tak tega melihat warganya terus menerus kerepotan lantaran dilanda banjir tinggi dan dalam jangka waktu yang lama," pungkasnya. (rizki mauludi)


Editor : Doni Ramdhani