Pendapatan Hampir Rp1 Miliar, Dicky Saromi Dorong PDAM menjadi BUMD

Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi mengatakan, peningkatan capaian kinerja BLUD PDAM mendorong Pemkot Cimahi untuk mentransformasi lembaga tersebut menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Pendapatan Hampir Rp1 Miliar, Dicky Saromi Dorong PDAM menjadi BUMD
Dicky Saromi menyebutkan, salah satu barometer tranformasi tersebut yakni meningkatnya kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) BLUD untuk Kota Cimahi dari Rp300 juta yang kini mencapai hampir Rp1 miliar. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi mengatakan, peningkatan capaian kinerja BLUD PDAM mendorong Pemkot Cimahi untuk mentransformasi lembaga tersebut menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dicky Saromi menyebutkan, salah satu barometer tranformasi tersebut yakni meningkatnya kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) BLUD untuk Kota Cimahi dari Rp300 juta yang kini mencapai hampir Rp1 miliar.

"Salah satu fokus utama adalah peningkatan kinerja BLUD dan transformasi PDAM menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di mana sejumlah BLUD Kota Cimahi menunjukkan kinerja yang signifikan sepanjang tahun lalu," kata Dicky Saromi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi Pembukaan Tahun Sidang 2025, Kamis 2 Januari 2025.

"Kalau tidak salah, pendapatannya meningkat cukup lumayan. Dari awalnya sekitar Rp300 juta, kini mencapai hampir Rp1 miliar," sambungnya.

Dicky menilai, meningkatnya kinerja BLUD ini menjadi dasar Pemkot Cimahi mendorong PDAM untuk menjadi BUMD

"PDAM Cimahi akan kita dorong untuk bekerja lebih profesional, apalagi lingkup pelayanannya semakin luas, termasuk sambungan rumah baru," ujarnya.

Dicky menyebut, sumber air bersih dari wilayah Bandung Selatan bakal mendukung target pemasangan hingga 25 ribu sambungan rumah atau SR.

Selain itu, pihaknya juga berencana menjadikan unit persampahan sebagai BLUD setelah masa transisi dari pendanaan APBN rampung.

"Ke depan, kami akan memperkuat organisasi dan SDM untuk memastikan pelayanan yang optimal," jelasnya.

Sepanjang tahun 2024, sambung Dicky, Kota Cimahi dibanjiri banyak pernghargaan nasiona, termasuk dalam hal pelayanan publik.

"Pelayanan publik kita nomor satu di Jawa Barat untuk kategori kota dan nomor dua untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Bahkan, Mal Pelayanan Publik (MPP) kita dinilai sebagai yang memiliki pelayanan prima oleh Kemenpan RB," ucapnya.

Kemudian dalam percepatan digitalisasi, Cimahi menempati posisi kedua untuk TP2DD di wilayah Jawa-Bali. 

"Penghargaan ini menunjukkan komitmen kami dalam peningkatan pelayanan berbasis digital," imbuhnya.

Kendati demikian, Dicky mengakui ada beberapa pekerjaan rumah yang menjadi perhatian di tahun 2025, yakni pembangunan pasar kreatif (Pasar Atas dan Pasar Cimindi), penyelesaian kawasan Alun-alun, jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Mahmud, serta rumah susun.

Selain itu, lanjut Dicky, pengendalian banjir melalui pembebasan lahan terus dilakukan, bersamaan dengan integrasi transportasi seperti feeder bus untuk 6 koridor Bandung Raya, salah satunya melewati Cimahi. 

"Kami juga menyiapkan pembangunan rumah singgah aman, penataan lingkungan, serta laboratorium kesehatan daerah (Labkesda)," paparnya.

Dicky pun menegaskan, pentingnya menjaga time line perencanaan dan pengadaan barang serta jasa agar program berjalan lancar pada awal tahun 2025. 

"Banyak yang harus kita lakukan di tahun ini. Semoga semuanya berjalan sesuai rencana," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani