Jadi Pemimpin Kota Cimahi, Dicky Saromi Refleksikan Capaian Kinerjanya
Jelang akhir 2024 menjadi momen refleksi sekaligus evaluasi kinerja yang dilakukan Pemkot Cimahi. Khususnya, Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Jelang akhir 2024 menjadi momen refleksi sekaligus evaluasi kinerja yang dilakukan Pemkot Cimahi. Khususnya, Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi.
Tak cuma menceritakan awal dirinya mendapat mandat sebagai Pj Wali Kota Cimahi pada 22 Oktober 2023, Dicky Saromi juga mengungkap sejumlah pesan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Pj Gubernur Jawa Barat.
Termasuk, sejumlah pekerjaan rumah yang belum dientaskan mulai dari persoalan inflasi, sampah hingga sanitasi yang tidak laik di wilayah Kota Cimahi.
"Hari menjadi momentum untuk merefleksikan pelbagai kegiatan dan program yang telah saya lakukan sebagai pemimpin tanpa mahkota atau Pj Wali Kota Cimahi selama setahun lebih," kata Dicky Saromi kepada wartawan.
Mengawali tugasnya pada 2023 silam, ungkap Dicky Saromi, dirinya mendapatkan tujuh pesan dari Mendagri, yakni tatkala dirinya dipilih sebagai pj wali kota berdasarkan kecakapan dan kemampuan dalam mengelola pemerintahan.
"Itu penting bagi saya dan saya camkan sekali. Sebab, kepala daerah tidak harus punya beban biaya dan beban politik," katanya.
Kedua, dirinya diminta untuk mensinergiskan antara program pusat dengan daerah dalam rangka mencapai Indonesia Emas 2025, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
"Khusus untuk kepala daerah kita diberikan waktu yang sama dalam pembangunan, yakni selama 20 tahun ke depan," ucapnya.
Ketiga, lanjut Dicky, Pj harus memiliki konsep, kekuatan dan follower baik dalam konteks birokrasi maupun masyarakat.
"Pj juga harus berani membuat terobosan kreatif tanpa melanggar aturan. Bukan hanya di birokrasi, namun juga masyarakat dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," katanya.
Kelima, pelayanan publik harus semakin baik dan ketersediaan data dan tata ruang kota harus memiliki peraturan daerah atau Perda.
"Pj juga jangan melakukan bisnis rutin seperti buka tutup acara dan dalam hal ini juga harus pandai melaksanakan tugas agar tidak terkena masalah hukum," ucapnya.
Ketujuh, manfaatkan posisi pj lantaran tidak semua bisa mendapatkan atau peluang yang sama. Sejarah mencatat, baru kali ini seorang pj bisa menjabat lebih dari 1 tahun.
"Biasanya pj hanya 6 bulan. Jadi saya punya waktu yang cukup untuk melaksanakan pesan dari Pak Mendagri," katanya.
Sementara pesan dari Pj Gubernur Jawa Barat, ungkap Dicky, beliau meminta dirinya untuk mensinergiskan antara program Pemkot Cimahi dan Pemprov Jawa Barat.
"Kala itu beliau meminta saya agar persoalan inflasi di Cimahi harus segera diatasi, termasuk persoalan kebutuhan pokok yang saat itu mengalami kelangkaan," paparnya.
Kemudian, dirinya diberi pesan oleh Pj Gubernur Jawa Barat untuk meningkatkan pelayanan dasar, khususnya persoalan sampah dan sanitasi lingkungan lantaran di Cimahi belum bebas dari persoalan buang air besar sembarangan (BABS) dan pemenuhan kebutuhan air bersih.
"Saya juga diminta untuk meningkatkan pelayanan dan pemanfaatan aset, inventarisasi aset, pemanfaatan Cimahi Techno Park dan Baros Information, Technology and Creative Center (BITC) untuk ruang ekonomi kreatif dan ruang budaya," sebutnya.
Sebagai pemimpin tanpa mahkota, Dicky mengaku tidak mudah menjalankan pesan yang diberikan Mendagri dan Pj Gubernur Jawa Barat.
"Langkah awal yang saya lakukan dengan menumbuhkan kepercayaan baik dari birokrat maupun masyarakat. Karena tidak mungkin untuk membangun Kota Cimahi jika tidak dibentuk kepercayaan," ujarnya.
Dicky menilai, tidak mudah untuk membangun sebuah kepercayaan. Namun, dengan diskusi bersama birokrat dan komunitas masyarakat semua bisa berjalan.
"Saya datang sendiri dan saya ditugaskan, sehingga tidak ada beban. Karena kalau ada beban bisa mengganggu integritas. Integritas itu adalah perkataan dan perbuatan. Ini yang harus saya buktikan dan alhamdulillah semua bisa muncul," tuturnya.
Lebih jauh Dicky menerangkan, dirinya terus mengumpulkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada. Termasuk yang ada di tatanan birokrat.
"Karena bagi saya mereka adalah modal, semua punya kelebihan dan kekurangan, termasuk yang berada di luar pemerintahan dan masuk dalam pentahelix," ujarnya.
Dengan langkah besar tersebut, tambah Dicky, dirinya pun menjalankan roda pemerintahan di Kota Cimahi sesuai dengan latar belakang dirinya sebagai seorang engineer. Yakni menerapkan strategi teknokratis dan populis.
"Sebagai seorang teknokrat saya menerapkan konsep 3M, yakni memudahkan, melancarkan atau mempercepat dan meningkatkan kapasitas," sebutnya.
"Terpenting saya berpesan kepada seluruh birokrat agar tahu apa yang harus dikerjakan," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

