Meski Water Barrier Dibongkar, Volume Kendaraan di Kawasan Simpang Tagog Padalarang Tetap Meningkat

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengembalikan skema arus lalu lintas di kawasan Simpang Tagog Padalarang seperti semula.

Meski Water Barrier Dibongkar, Volume Kendaraan di Kawasan Simpang Tagog Padalarang Tetap Meningkat
Hal itu dilakukan lantaran skema rekayasa uji lalu lintas di kawasan Simpang Tagog Padalarang tidak maksimal. Apalagi, jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 terdapat kenaikan volume kendaraan hingga 4 persen dari tahun sebelumnya. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengembalikan skema arus lalu lintas di kawasan Simpang Tagog Padalarang seperti semula.

Hal itu dilakukan lantaran skema rekayasa uji lalu lintas di kawasan Simpang Tagog Padalarang tidak maksimal. Apalagi, jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 terdapat kenaikan volume kendaraan hingga 4 persen dari tahun sebelumnya.

"Awal kita lakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Tagog Padalarang pada tanggal 10-12 Desember 2024 tidak maksimal, sehingga diputuskan ke posisi eksisting atau semula," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima, Selasa 24 Desember 2024.

"Jadi di Simpang Tagog tidak banyak dilakukan rekayasa, sehingga masih dalam konteks eksisting simpangnya masih seperti kondisi eksisting," sambungnya.

Meski sudah dibongkar, ungkap Fauzan, masih terjadi kepadatan kendaraan, bahkan H-1 perayaan Natal terjadi peningkatan volume kendaraan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dalam sehari kendaraan yang masuk ke Bandung Barat dari luar kota mencapai 78.000 yang didominasi kendaraan bermotor," ungkapnya.

Pada siang hari H-1 Natal 2024, jumlah kendaraan yang masuk ke Bandung Barat mencapai 53.843. Sedangkan tahun lalu, kendaraan yang masuk sebanyak 51.916 unit.

"Malam tadi kita mencatat kendaraan yang masuk ke KBB sebanyak 17.398 unit. Itu untuk data di wilayah Padalarang," ucapnya.

Tak hanya di Padalarang, ungkap Fauzan, peningkatan volume kendaraan juga terjadi di kawasan Lembang yang mencapai 19 persen atau 45.957 kendaraan yang didominasi sepeda motor.

"Kalau tahun lalu di Lembang peningkatan volume kendaraan sebanyak 37.347 unit," ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terang Fauzan, faktor pemicu kepadatan arus lalu lintas di kawasan Simpang Tagog Padalarang ini lantaran tidak adanya pengaturan pembatasan operasional angkutan barang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, sehingga masih banyak truk-truk besar yang masuk dan melewati ruas Jalan Padalarang.

"Ini meningkatkan volume lalu lintas kendaraan yang ada di kawasan Padalarang. Sehingga, anggota semua yang diterjunkan dalam operasi gabungan harus lebih ekstra lagi melakukan pengaturan di titik-titik rawan macet," paparnya.

Selain di Padalarang,  sebut Fauzan, titik-titik wisata, seperti di Ciburuy dan Kota Baru Parahyangan menjadi daya tarik tersendiri terhadap pergerakan orang yang akan melakukan liburan pada masa Nataru 2024/2025.

"Meski begitu, kami bersama Forum LLAJ selalu memonitor setiap pergerakan yang ada pada masa sekarang agar kendala-kendala yang terjadi di lapangan bisa segera diberikan solusi," sebutnya.

Kendati demikian, sambung Fauzan, solusi itu dilakukan secara bertahap dan setiap hari dimonitor agar bisa dicarikan solusinya.

Oleh karena itu, apabila ada masyarakat yang kurang berkenan mohon bersabar lantaran pihaknya masih terus melakukan evaluasi.

"Dengan demikian diharapkan ada solusi terbaik untuk kawasan perkotaan. Harapannya, semua masyarakat bisa lebib tertib dalam berlalu lintas karena ketertiban itu akan berdampak terhadap kelancaran lalu lintas," paparnya.

Termasuk, apabila semua sudah sesuai dengan peruntukannya dan mengikuti arahan rambu dan lain sebagainya. Pihaknya meyakini kawasan Padalarang selain tertib, kelancaran lalu lintas akan tercipta meskipun kepadatan atau antrean kendaraan masih ada.

"Karena memang dari sisi infrastruktur kawasan Padalarang masih kurang, sementara volume lalu lintas tiap tahunnya meningkat. Namun, setidaknya harus diantisipasi dan mudah-mudahan ke depan Lingkar Padalarang bisa terealisasi," ujarnya.

"Itu bisa jadi solusi, sehingga ada tambahan infrastruktur yang baru ini akan menambah kapasitas distribusi perjalanan. Termasuk, simpul-simpul transport dan fasilitas parkir bisa dilengkapi," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani