Pengamanan Dimatangkan, Hadapi Ledakan Bobotoh di Laga Terakhir Persib Bandung

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mematangkan skema pengamanan, menghadapi potensi membludaknya Bobotoh dari berbagai daerah menjelang pertandingan terakhir Persib

Pengamanan Dimatangkan, Hadapi Ledakan Bobotoh di Laga Terakhir Persib Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mematangkan skema pengamanan, menghadapi potensi membludaknya Bobotoh dari berbagai daerah menjelang pertandingan terakhir Persib

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mematangkan skema pengamanan, menghadapi potensi membludaknya Bobotoh dari berbagai daerah menjelang pertandingan terakhir Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026 kontra Persijap Jepara Sabtu (23/5/2026), sekaligus agenda pawai juara di Minggu (24/5/2026). 

Tingginya animo Bobotoh diprediksi bakal menjadi tantangan utama, terutama pada hari pelaksanaan pengalungan medali yang diperkirakan berlangsung hingga malam.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan memastikan, koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan massa, termasuk kedatangan Bobotoh dari luar Kota Bandung.

Menurutnya, rapat khusus pengamanan bahkan tengah digelar bersama aparat kepolisian dan instansi terkait untuk menyusun mitigasi terbaik menjelang pesta juara Maung Bandung.

“Ya, hari ini juga sedang diadakan rapat di Polrestabes Bandung untuk mengantisipasi animo masyarakat yang datang dari luar kota,” ujar Erwan usai Rapat Koordinasi Antisipatif Rencana Pawai dan Konvoi Apresiasi Atas Potensi Capaian Persib pada Kompetisi Liga 1 2025/2026 di Gedung Sate, Selasa (19/5/2026).

Ia mengungkapkan, sejumlah unsur penting telah dilibatkan dalam pembahasan, mulai dari kepolisian tingkat provinsi hingga dinas teknis yang bertanggung jawab pada pengaturan arus lalu lintas dan mobilitas warga.

“Dan tadi juga hadir perwakilan dari Polda Jawa Barat, dari Polrestabes Bandung juga hadir, dari Dinas Perhubungan,” katanya.

Pemprov Jabar memandang momentum pertandingan terakhir Persib pada Sabtu, 23 Mei 2026, memiliki risiko kepadatan lebih tinggi dibanding laga biasa. Selain berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), agenda pengalungan medali dipastikan memperpanjang durasi keramaian hingga malam hari.

Erwan menyebut, pemerintah akan terus melakukan evaluasi harian untuk menyempurnakan pengamanan agar potensi gangguan ketertiban dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Kami akan lebih matangkan lagi menjelang hari H, kami tiap hari akan update terus, kami akan matangkan, sehingga antisipasi-antisipasi kejadian yang tidak kita inginkan bisa kita minimalisasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, perhatian khusus diarahkan pada potensi membanjirnya suporter dari luar kota yang diperkirakan hadir sejak pertandingan berlangsung.

“Termasuk tadi animo yang dari luar kota terutama di pada hari H ya, hari H itu hari Sabtu tanggal 23 Mei pertandingan terakhir dilaksanakan di Stadion GBLA pukul 16.00 sampai dengan selesai karena pengalungan medali sampai malam,” jelasnya.

Erwan mengakui, tingginya antusiasme Bobotoh sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum Persib resmi memastikan gelar juara. Seusai laga melawan Persija Jakarta maupun PSM Makassar, konvoi spontan di sejumlah titik Kota Bandung terjadi dengan intensitas tinggi.

Kondisi itu menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan pengamanan ekstra pada momen juara resmi nanti.

“Ya, itu pasti juga, jangankan pas setelah juara kemarin saja pertandingan setelah lawan Persija Jakarta, setelah lawan PSM Makassar, animo masyarakat, animo Bobotoh untuk konvoi sangat tinggi apalagi nanti pas juara,” ungkap Erwan.

Sebab itu, kata dia, seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan kini bergerak menyusun langkah antisipatif agar pesta juara Persib berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan kejadian yang tak diinginkan.

“Nah, ini kita harus antisipasi sebaik mungkin,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana