Pengelola Objek Wisata Bandung Selatan Keluhkan Kemacetan, Isu Longsor, dan Hoaks Angin Puting Beliung 

Kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata alam di Bandung Selatan sejak kemarin terus meningkat. Meski demikian, kemacetan arus lalu lintas di wilayah Soreang setelah keluar dari jalan Tol Soroja menjadi kendala bagi wisatawan yang hendak berlibur menikmati keindahan alam Bandung Selatan.

Pengelola Objek Wisata Bandung Selatan Keluhkan Kemacetan, Isu Longsor, dan Hoaks Angin Puting Beliung 
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata alam di Bandung Selatan sejak kemarin terus meningkat. Meski demikian, kemacetan arus lalu lintas di wilayah Soreang setelah keluar dari jalan Tol Soroja menjadi kendala bagi wisatawan yang hendak berlibur menikmati keindahan alam Bandung Selatan.

Pengelola objek wisata Glamping Lakeside dan Perahu Pinisi Resto Situ Patengang Marcelinus mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir ini. Jika dibandingkan dengan hari libur akhir pekan, saat libur Natal dan Tahun Baru ini kunjungan wisatawan naik 20-30%. 

Dia mengatakan, seandainya arus lalu lintas di kawasan Soreang selalu lancar diyakini peningkatan jumlah wisatawan ke tempatnya bisa lebih dari 100%. Selain macet, hujan deras yang saban hari mengguyur kawasan Bandung Selatan dan sekitarnya membuat banyak calon wisatawan yang mengurungkan niatnya.

"Memang dua hari terakhir ini peningkatan jumlah kunjungan mulai terasa, ya sekitar 20-30 persen dibanding hari libur biasa yang rata rata 1.500-2.000 wisatawan per hari. Penurunan ini dipengaruhi sama macet setelah keluar Tol Soroja di Sadu Soreang sampai Pasirjambu. Kemudian isu hoaks soal longsor di Sungapan yang sampai nutup jalan juga mempengaruhi wisatawan, jadi banyak yang membatalkan rencana liburannya ke Bandung Selatan," kata Marcelinus melalui ponselnya, Rabu (25/12/2019).

Meski dimikian, pihaknya tetap optimistis target pengunjung hingga 5-6 Januari 2020 sebanyak 10-12 ribu wisatawan bisa tercapai. Ini terlihat dari animo masyarakat yang datang ke Situ Patengang yang tak pernah surut. Begitu juga dengan fasilitas penginapan berupa glamour camping (glamping) yang dikelolanya telah penuh dipesah hingga 5-6 Januari 2020. 

Selain Glamping Lakeside Perahu Pinisi di Situ Patengang, dia juga mengelola objek wisata alam glamping Leugok Kondang yang berada di Kecamatan Ciwidey. Di tempat itu pun semua unit glamping telah penuh dipesan para wisatawan hingga Januari 2020 mendatang.

"Kami tetap optimistis target kunjungan wisatawan tahun ini bisa tetap tercapai. Yah meski beberapa kendala seperti akses jalan dibeberapa titik masih sering macet," ujarnya. 

Senada dengan itu, Manager Pemasaran Kawah Putih Dedi Heryana mengatakan hal yang sama. Menurutnya, hujan disertai kekhawatiran terjadi longsor dan kemacetan arus lalu lintas setelah keluar Tol Soroja menjadi salah satu penyebab sebagian kecil wisatawan mengurungkan niatnya untuk berlibur ke objek wisata Kawah Putih yang merupakan unggulan di Bandung Selatan. 

Sejak 21 Desember kemarin, dia menyebutkan kunjungan wisatawan yang ingin menikmati libur Natal dan Tahun Baru dan bertepatan dengan musim libur sekolah ini mulai terlihat mulai menggeliat. Pada 24 Desember kemarin, pihaknya mencatat jumlah pengunjung mencapai 3.600an orang.

"Dibanding tahun sebelumnya ada penurunan tapi tidak signifikan, sekitar 10%. Tapi walaupun turun, untuk objek wisata Kawah Putih ini angka kunjungan 3.600 itu masih bisa dikatakan stabil. Semoga saja kunjungan wisatawan terus meningkat samapai akhir musim libur Tahun Baru," katanya.

Sedangkan, Kepala Unit Agrowisata Pemandian Air Panas Ciwalini Ade Yuyun pun mengakui pengaruh adanya hoaks angin puting beliung, kemacetan lalu lintas, dan longsor di Sungapan Soreang serta hujan yang terus mengguyur kawasan Bandung Selatan relatif terasa. 

Dia menyebutkan, jumlah kunjungan hanya mencapai 1.100 orang. Sedangkan, hari hari sebelumnya per hari hanya 250-300 wisatawan saja.

"Berita bohong atau hoaks itu sangat berpengaruh negatif terhadap usaha jasa wisata seperti kami. Tapi semoga saja masyarakat semakin cerdas memilah informasi dan saya yakin kunjungan wisatawan akan terus meningkat sampai akhir musim libur Natal dan tahun baru ini," ujarnya. (Dani R Nugraha)


Editor : Doni Ramdhani