Penghargaan UMKM Naik Kelas 2024, Kiat Pemprov Jabar Genjot Semangat Pelaku Usaha

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) memberikan apresiasi, melalui kegiatan Penganugerahan UMKM Naik Kelas 2024 di Sutan Raja Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 2 Desember 2024.

Penghargaan UMKM Naik Kelas 2024, Kiat Pemprov Jabar Genjot Semangat Pelaku Usaha
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) memberikan apresiasi, melalui kegiatan Penganugerahan UMKM Naik Kelas 2024 di Sutan Raja Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 2 Desember 2024./istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) memberikan apresiasi, melalui kegiatan Penganugerahan UMKM Naik kelas 2024 di Sutan Raja Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 2 Desember 2024.

Dimana ada empat klasifikasi yang diberikan penghargaan, yakni UMKM terbaik tingkat kabupaten/kota, UMKM terbaik berdasarkan kategori produk, pendamping terbaik dari dinas terkait kabupaten/kota dan koordinator daerah (Korda) terbaik dari instansi kabupaten/kota.

Harapannya, melalui apresiasi ini dapat menggenjot semangat pelaku usaha untuk meningkatkan lagi produksinya di masa mendatang.

Plh Asda 2 Pemprov Jabar Yuke Mauliani Septina menuturkan, dalam pemberian penghargaan UMKM naik kelas ini, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu omset dan permodalan.

Pada 2024 ini, ada 2.500 UMKM yang terlibat, lalu dilakukan kurasi dan akhirnya ditetapkan sebanyak 400 pelaku usaha yang berkesempatan dibantu mengakses permodalan, pemasaran dan legalitas.

Sampai akhirnya ditetapkan 27 UMKM dari 27 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan terbaik di tingkat kabupaten/kota, serta lima UMKM terbaik berdasarkan kategori seperti makanan, minuman, fesyen, ekreaf dan kuliner, jasa atau lainnya.

"Perlu kita dorong ya UMKM, ini salah satu yang mendukung untuk kontribusi PDRB kita. Kedua jangan lupa, bahwa kita banyak pengangguran. Nah dengan adanya UMKM, ini salah satu solusi untuk lapangan pekerjaan," kata Yuke.

Sebab itu, harus ada stimulus kata dia supaya UMKM di Jabar bisa lebih baik lagi. Menambah jumlah UMKM yang telah naik kelas, dimana klaim dia sejak 2019 hingga sekarang jumlahnya telah di sekitar 20 ribu.

Walaupun diakui Yuke, ini masih jauh karena jumlah UMKM di Jabar sekitar tujuh juta pelaku usaha.

"Berarti kan bisa dikatakan PR kita masih banyak juga. (Maka) terus melakukan pembinaan, akses pemodalan. Kita berikan kemudahan untuk akses pemodalan," ucapnya.

Dalam akses permodalan ini sendiri lanjut Yuke, Pemprov Jabar telah siap menggulirkan produk pinjaman ringan bernama Kredit Subsidi Bunga atau yang kini digaungkan Jabar Caang.

"2025 In Syaa Allah. Ini mudah-mudahan bisa membantu UMKM kita yang tadinya tidak bisa punya modal, bisa jadi punya modal," imbuhnya.

Harapannya, melalui serangkaian upaya yang dilakukan ini, mampu mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional di 2029 sebesar 8 persen.

"Titik poinnya di 2025 besok. Harus di 5,8 persen. Dari mana hitungannya? Industri, perdagangan dan konstruksi. Nah perdagangan ini yang harus dikeluarkan," ujarnya.

Sementara Sekretaris Diskuk Jabar Tatang Suryana menambahkan, kegiatan ini merupakan apresiasi atas capaian UMKM sesuai PP 7/2021, yang telah mengalami kenaikan omset dan modal. Hasil pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dan kota/kabupaten.

Dimana sejauh ini, usaha yang masih menjadi favorit kata di di sektor makanan dan minuman.

"Yang jelas, bagaimana mereka bisa memanfaatkan pendampikan untuk naik kelas, menaikkan omset dan permodalan," tandasnya.***


Editor : JakaPermana