Pengorbanan Para Perawat Satwa Bandung Zoo di Tengah Krisis Operasional
Krisis operasional yang berlangsung sejak penutupan kebun binatang selama empat bulan terakhir membuat mereka harus mengambil langkah tak biasa: menyisihkan uang pribadi dan menggalang donasi demi pakan satwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN. ID - Di balik pagar bandung zoo yang tampak tenang, para perawat satwa berjuang keras menjaga kelangsungan hidup hewan-hewan yang mereka rawat.
krisis operasional yang berlangsung sejak penutupan kebun binatang selama empat bulan terakhir membuat mereka harus mengambil langkah tak biasa: menyisihkan uang pribadi dan menggalang donasi demi pakan satwa.
Yaya Suhaya, karyawan senior sekaligus Ketua Serikat Pekerja Mandiri Direnten (SPMD), menggambarkan kondisi ini sebagai masa paling berat selama ia puluhan tahun bekerja. Ia mengatakan bahwa para pekerja akhirnya bergerak sendiri karena tidak ada bantuan dari pemerintah.
“Ini bentuk kepedulian kami. Kami yang setiap hari bersama satwa merasa berkewajiban menjaga mereka. Karena kondisi seperti sekarang, kami terpaksa menggalang donasi,” ujar Yaya, Jumat 12 Desember 2025.
Menurutnya, dana operasional yang semakin menipis memaksa karyawan memberikan pakan seadanya.
"Kita sudah merasakan operasional habis. Untuk pakan pun sudah jauh di bawah standar. Yang penting satwa tetap bisa bertahan,” katanya.
Perubahan juga terjadi pada pola pemberian pakan satwa karnivora. Jika sebelumnya mereka mendapat daging sapi atau kambing, kini jenis pakan harus diatur ulang sesuai kondisi keuangan.
Namun di tengah keterbatasan itu, semangat para karyawan tetap menyala. Yaya mengaku tidak sedikit dari mereka yang rela mengeluarkan dana pribadi demi memastikan satwa tidak kelaparan. Hubungan emosional yang terjalin selama puluhan tahun membuat mereka merasa kehidupan satwa adalah bagian dari hidup mereka sendiri.
“Merawat satwa bukan soal gaji. Mereka sudah seperti keluarga. Kalau mereka susah, kami juga ikut susah,” ucapnya.
Sejak dibukanya donasi sekitar satu bulan terakhir, sejumlah pihak mulai membantu, ada yang memberikan kambing dan buah-buahan. Masyarakat umum dan sekolah-sekolah yang berkunjung untuk edukasi juga ikut menyumbang.
Bandung Zoo sendiri memilih tidak menerima uang tunai langsung; semua donasi disalurkan melalui vendor untuk transparansi.
Meskipun bantuan mulai datang, Yaya menegaskan bahwa kebutuhan pakan masih sangat besar.
"Donasi sudah ada, tapi masih jauh dari cukup. Kebutuhan satwa itu tidak sedikit,” ujarnya.
Di tengah tekanan finansial ini, para penjaga satwa tetap memastikan kondisi hewan terjaga. Yaya berharap jerih payah mereka dapat mengetuk hati pemerintah dan pemangku kebijakan.
“Satwa ini bukan hanya milik kebun binatang, tapi milik kita semua. Kami berharap ada perhatian sebelum terlambat,” katanya.
Di balik senyum pengunjung yang biasanya menikmati kebun binatang, kini tersimpan kisah perjuangan para pekerja yang mempertahankan hidup ratusan satwa dengan segala daya yang mereka punya.
Editor : Ahmad Sayuti
