Pengunjung Sering Mengeluh, Harga Masker di Kawah Putih Mahal
Duty Manager objek wisata Kawah Putih, Hendri Aviarawan, menjelaskan pelarangan untuk para pedagang masker diawali keluhan para pengunjung. Dia juga membenarkan, keputusan itu datang dari Direksi Perhutani Pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Duty Manager objek wisata Kawah Putih, Hendri Aviarawan, menjelaskan pelarangan untuk para pedagang masker diawali keluhan para pengunjung. Dia juga membenarkan, keputusan itu datang dari Direksi Perhutani Pusat.
"Masalah harga itu komplain sudah lama dan terus berulang. Ada yang jual Rp5000 bahkan lebih. Kami sudah mengambil sikap dengan mengajak komunikasi dengan para pedagang ini, kemudian pernah sepakati soal harga, yakni satu masker Rp 2500. Dilapangan baru berjalan satu minggu sudah naik lagi. Jadi ini masalah sudah lama terjadi dan berulang terus," katanya.
Menurutnya, para pengunjung sudah banyak yang tahu harga masker. Sehingga ketika mereka mengetahui harga di Kawah Putih lebih mahal dikeluhkan.
Kondisi tersebut menurutnya berdampak buruk terhadap citra bagi objek wisata. Keluhan pengunjung ini, akhirnya di dengar oleh Komisi IV DPRRI yang kemudiam melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran Direksi Perhutani.
"Kami sudah berulang kali mengajak komunikasi dengan pedagang dan mediasi. Tapi kali ini surat langsung dari direksi Perhutani dan kami tidak bisa berbuat apa apa meskipun berat keputusan direksi itu harus dilaksanakan. Bahkan sekarang masker itu di drop langsung dari direksi dan dibagikan gratis pada pengunjung sebagai fasilitas," katanya.
Hendri melanjutkan, agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah maka pihaknya mengarahkan mereka berusaha yang lain. Yakni dengan mengajak dialog dengan para pedagang masker untuk beralih usaha, pihak managemen pun saat ini tengah menyiapkan dua unit kios untuk memfasilitasi usaha mereka.
"Kita sudah siapkan dua kios yang bisa digunakan pedagang untuk berjualan. Selain itu, ada rencana penyewaan pakaian ke depan dan akan melibatkan pedagang. Jadi tidak sekonyong konyong kami melarang berjualan, tapi managemen juga sudah memikirkan agar mereka tetap bisa mencari nafkah," katanya.
Hendri melanjutkan, pascadihentikannya aktivitas penjualan masker , fasilitas masker saat ini akan diberikan cuma-cuma kepada pengunjung dari pengelola. Katanya, masker bisa dipakai untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung dan tidak ada kaitan dengan dampak belerang terhadap kesehatan.(Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat

