INILAH, Bandung - Eka Ramdani resmi gantung sepatu dari kariernya sebagai pemain profesional.
Gelandang kelahiran Purwakarta 18 Juni 1984, itu mengaku tak berat menanggalkan karier profesionalnya sebagai pesepak bola
Karena bagi dia, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mencintai suatu hal. Termasuk saat seseorang tidak menyukai atau membenci sesuatu hal.
“Saya kalau cinta tidak terlalu cinta, tidak membuat saya sampai bagaimana. Begitu pun ketika saya tidak suka, sampai tidak suka banget. Jadi ketika melepas pun tidak begitu berat (dalam sepak bola),” kata Eka Minggu (6/1).
Dilansir Wikipedia, Eka Ramdani merupakan pemain hasil binaan tim junior Persib Bandung. Eka mengalawali karier sepak bola amatirnya di usia remaja pada musim 2000 bersama UNI Bandung.
Pada musim 2001, Eka memulai karier profesionalnya bersama Persib Bandung. Lalu Eka sempat pindah ke Persijatim yang sekarang ini menjadi Sriwijaya FC pada 2003 hingga 2004.
Di musim 2005, Eka kembali memperkuat Persib Bandung sebelum memutuskan hengkang di musim 2011. Laga ke-100 bersama Persib Bandung, dimainkan Eka pada 30 Mei 2009 melawan Deltras Sidoarjo.
Di Persib Bandung, Eka menjadi pemain yang cukup diandalkan dan sempat menjadi ikon. Dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi, Eka cukup gesit dan memiliki agresivitas tinggi.
Sementara itu, digelar kegiatan sosial di Lapangan Inspire Arena, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (5/1).
Laga amal peduli Banten dan Lampung tersebut, sekaligus menjadi acara perpisahan Eka Ramdhani.
Selain Pelatih Rahmad Darmawan, laga amal dan perpisahan itu turut dihadiri pemain-pemain asal Bandung Raya.
Diantara pemain adalah Aji Nuprijal, Yongki Ariwibowo, Aang Suparman, M Agung Mulyadi, Abdul Aziz, Erwin Ramdani hingga Zulham Zamrun.
Kegiatan pun, turut diramaikan kehadiran ribuan Bobotoh.
Menurut Eka, laga amal ini sebenarnya diselenggarakan untuk korban tsunami. Namun beberapa teman-temannya, memberikan masukan agar kegiatan itu turut dijadikan laga perpisahan.
“Sebenarnya laga ini yang utama adalah laga amal, dan galang dana. Cuman ada tawaran, ya sudah saja sekalian. Jadi saya pikir lebih mementingkan rasa empati kita ke saudara di Banten dan Selat Sunda kemarin,” kata Eka seusai kegiatan.