INILAH, Bandung – Penyisihan grup Piala Presiden belum berakhir, tapi Persib sudah 99 persen tersingkir. Itu setelah mereka menderita kekalahan 2-3 dari Persebaya di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/3/3019).
Kekalahan ini membuat posisi Persib terbenam di posisi juru kunci Grup A. Sudah memainkan dua laga, Persib belum meraih satu poin pun. Pasalnya, pada penampilan perdana pun Persib menyerah 1-2 dari PS Tira Persikabo Bogor.
Hanya keajaiban yang bisa meloloskan Persib, sesuatu yang secara matematis bisa dipastikan tidak mungkin. Perhitungannya, mereka menangkan laga terakhir lawan Perseru Serui, Perseru mengalahkan PS Tira Persikabo dalam pertandingan tak lama lagi, dan Persebaya membungkam PS Tira Persikabo di laga terakhir.
Itupun belum cukup. Persib hanya akan lolos jika runner-up di empat grup lain tak ada yang meraih poin melebihi tiga angka. Sebuah peluang hanya hanya bisa tercapai dengan kemungkinan "0,01 persen".
Setelah kalah 1-2 di laga pertama, Persib terlihat bernafsu memenangkan pertandingan lawan Persebaya. Mereka menekan Persebaya dari berbagai lini sejak awal pertandingan. Tapi, selain kerja sama dan penyelesaian akhir yang masih lemah di lini depan, Persib juga sulit menembus lini pertahanan Persebaya yang tangguh digalang Hansamu Yama Pranata.
Persib sendiri tampil dominan sepanjang pertandingan. Melalui dua sayap, termasuk aksi Ghozali Siregar, Maung Bandung berkali-kali mengancam pertahanan lawan. Tak hanya itu, meski belum 100 persen fit, gelandang Esteban Vizcarra juga tampil cukup mengesankan.
Tak sedikit peluang yang didapatkan Persib di babak pertama ini. Tapi tak ada yang membuahkan gol sampai Erwin mewujudkannya.
Persib sempat memetik keunggulan lebih dulu melalui Erwin Ramdani di menit ke-32. Erwin yang dipasang sebagai starter menggantikan Srdjan Lopicic, menjebol gawang Persebaya saat pertandingan jalan 32 menit. Dia memanfaatkan kegagalan pemain belakang lawan mengadang umpan Ezechiel N'Douassel sebelum mendorong bola ke gawang Persebaya.
Ini merupakan gol kedua Erwin Ramdani sejak berkostum Persib Bandung. Gol tersebut sekaligus menguatkan posisinya sebagai pemain yang layak diperhitungkan di starting line-up Persib.
Tapi, lima menit kemudian, Manuchekhr Dzhalilov menyamakan kedudukan. Tendangannya atas bola mental menyusur tanah ke gawang kipper Deden Matshir.
Persib tak mengendurkan tekanan di babak kedua. Tapi, serangan bertubi-tubi itu, membuat lini pertahanan mereka pun rapuh. Itu terbukti lima menit memasuki babak kedua, serangan balik mengejutkan Persebaya membuat Zhalilov lolos di antara dua pemain belakang Persib dan melepaskan tendangan voli ke gawang Deden Natshir.
Secara psikologis, Persib kian berada di bawah tekanan. Ini terbukti dari lahirnya gol ketifa Irfan Jaya di menit ke-78 lewat serangan dari sektor kiri pertahanan Persib.
Masuknya Beckham Nugraha di pertengahan babak kedua menghidupkan permainan Persib. Terbukti, dari umpannya pula Persib mampu mencetak gol kedua lewat Frets Butuan di menit ke-86. Umpan terukurnya dimanfaatkan Frets ke gawang Persebaya.