Peran Masyarakat Tingkatkan Mutu Pembelajaran

INILAH, Jakarta - Masyarakat memiliki peranan yang besar dalam mendukung peningkatan mutu sekolah dan madrasah.

Peran Masyarakat Tingkatkan Mutu Pembelajaran
Ilustrasi

INILAH, Jakarta - Masyarakat memiliki peranan yang besar dalam mendukung peningkatan mutu sekolah dan madrasah.

Pemerintah pun telah membuka ruang keterlibatan bagi masyarakat dalam sektor ini seperti yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tantang Komite Sekolah.

Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Stuart Weston mengatakan, masalahnya hanya saja selama ini dukungan masyarakat masih terbatas pada lingkup dana, waktu, tenaga, dan material.

Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan PINTAR, Stuart menjelaskan hanya 33% sekolah dan madrasah mitra yang partisipasi masyarakatnya aktif mendukung pembelajaran dan perbaikan lingkungan sekolah.

Sebabnya, masih banyak kepala sekolah, komite sekolah, dan guru-guru di sekolah yang belum memahami jika dukungan masyarakat juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Bantuan teknis tersebut sangat mungkin diberikan mengingat besarnya potensi masyarakat yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Misalnya, masyarakat menjadi narasumber dalam pembelajaran, membantu anak yang kesulitan membaca, dan terlibat dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan belajar anak. Bahkan mereka juga bisa ikut memikirkan penambahan guru di sekolah dan madrasah yang kekurangan tenaga pendidik,” kata Stuart di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembelajaran, Tanoto Foundation melatih dan mendampingi sekitar 1.700 komite sekolah dan madrasah.

Bersama guru dan kepala sekolah, mereka difasilitasi untuk implementasi praktik-praktik baik pembelajaran, budaya baca, manajemen berbasis sekolah, dan merumuskan beragam kegiatan yang bisa mendukung proses belajar anak dengan dukungan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Batubara, Sumatera Utara, Riswandi, menyebut partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam keberhasilan sekolah meningkatkan mutu. Dia berpendapat tanggung jawab memajukan sekolah tidak hanya berada di tangan kepala sekolah dan guru.

Riswandi menekankan, masyarakat sebagai pemangku kepentingan memiliki beban yang sama pula dalam mengatrol mutu pembelajaran demi masa depan siswa-siswa sebagai generasi penerus bangsa.

“Masyarakat melalui komite sekolah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran,” katanya.

Pada dasarnya masyarakat mendukung jika harus dilibatkan secara langsung dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

Salah satu wali murid yang tergabung dalam komite SMPN 3 Kuala Tungkal-Jambi, Abu Bakar mengatakan, asalkan ada keterbukaan dan transparansi dari pihak sekolah maka dia meyakini masyarakat pun tidak akan segan mengulurkan tangannya.

“Bagi kami, sebagai perwakilan masyarakat di sekolah, siap mendukung keberhasilan pembelajaran di kelas. Asalkan ada keterbukaan dari pihak sekolah,” kata Abu Bakar.


Editor : inilahkoran