Perang Imron-Ayu dimulai, Mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Merapat ke WALI
Genderang perang Pilkada Kabupaten Cirebon mulai ditabuh. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Mustofa (Jimus), putar haluan. Dirinya didapuk menjadi ketua tim pemenangan WALI yaitu Paslon Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) - Sholichin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Genderang perang Pilkada Kabupaten Cirebon mulai ditabuh. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Mustofa (Jimus), putar haluan. Dirinya didapuk menjadi ketua tim pemenangan WALI yaitu Paslon Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) - Sholichin.
Alhasil, pertarungan sengit antara BERIMAN yaitu Paslon Imron-Agus Kurniawan Budiman yang diusung PDIP-Nasdem melawan Pasangan WALI yang diusung Gerindra-PKS semakin memanas. Meskipun dipermukaan sepertinya tenang, namun mereka mati-matian memenangkan jagoannya masing-masing. Hal itu karena masuknya Jimus ke kubu WALI membuat konsentrasi PDIP pecah.
Sementara itu, Jimus mengaku sudah mengundurkan diri dari keanggotaan PDI Perjuangan sekaligus menyerahkan KTA terhitung sejak 17 September 2024. Atau bertepatan setelah pelantikan anggota DPRD periode 2024-2029. Ditanggal 18 September 2024 ia langsung mendapat tawaran menjadi ketua tim pemenangan pasangan wali.
"Setelah mengundurkan diri dari PDI Perjuangan. Saya ditawari oleh pasangan wali untuk memimpin mengawal kemenangan pasangan wali," ungkapnya, Selasa 24 September 2024.
Dia juga menyebutkan, nomor urut tiga yang telah ditetapkan oleh KPU untuk pasangan WALI, merupakan keberuntungan, kemakmuran dan kesejahteraan. Ini merupakan simbol keberuntungan. Artinya, ketika ingin sejahtera masyarakat harus cerdas dalam memilih pasangan calon.
"Ada yang yang perlu saya ingatkan setelah penetapan nomor urut pasangan calon. Marilah kita berkontestasi dengan fair di Pilkada ini dengan jujur dan adil tidak dengan menggunakan segala macam cara," jelasnya.
Jimus pun menekankan, agar para ASN harus bersikap netral, apalagi sudah ada fakta integritas. Jangan sampai fakta integritas hanya sekedar seremonial, tapi tetap terlihat dalam dukungan pasangan calon. Pasalnya, ada dugaan indikasi oknum-oknum ASN yang terindikasi mengarahkan dukungan ke salah satu Paslon.
"Saya pengalaman di pemerintahan, jadi tahu betul masalah ini. Saya sudah punya banyak data, ada oknum oknum memegang kewenangan yang sudah terindikasi dukungan ke salah satu calon. Oleh karena itu, saya ingatkan agar pelaksanaan pilkada bisa berjalan dengan fair, jujur dan adil," akunya.
Editor : Doni Ramdhani

