INILAH, Bandung- Tak banyak yang tahu, 29 Maret merupakan hari Filateli (aktivitas mengumpulkan prangko). Muncul sebuah pertanyaan, bagaimana nasib prangko di zaman serba canggih ini?
Surat dan prangko yang tak bisa dipisahkan. Dan sepertinya, saat ini sudah mulai ditinggalkan penggunanya. Zaman sudah kadung serba canggih. Ada sms, chating via Whatsapp, Messenger, hingga Email.
VP Jaringan Layanan dan Konsfila PT Pos Indonesia, Agung S Rahardjo tak membantah, penggunaan perangko secara pribadi (person to person) sangatlah berkurang. Tapi, perusahaan masih tetap menggunakan surat menyurat dengan menggunakan perangko.
"Surat menyurat saat ini, dari person to person sudah cenderung tidak digunakan, karena lebih cepat pakai handphone kan, tapi corporate to person atau corporate to corporate masih tetap digunakan sampai saat ini," ucapnya saat ditemui di kantornya, Jumat (29/3/2019).
Agung bercerita saat dirinya datang ke sebuah Sekolah Dasar untuk keperluan edukasi. Miris, lantaran dia mendapati siswa yang tak tahu apa itu perangko.
"Ada generasi yang tidak mengenal perangko, ini sangat disayangkan sekali, ada lost generation, kita menganggap perlu ada edukasi ke anak sekolah agar kegiatan filateli ini bisa ada regenerasinya," ucapnya.
Agung mengatakan perangko yang dikeluarkan Pos Indonesia saat ini memiliki desain unik dengan edisi-edisi khusus untuk menarik minat masyarakat.
"Ada jenis microteks dengan tulisan kecil yang harus dilihat kaca pembesar, invisible ink yang bisa dilihat dengan disinari sinar UV, dan emboss yang gambarnya timbul," ucapnya.
Selain itu, ada prangko dengan Augmented Reality, yang bisa dilihat dengan smartphone memunculkan audio visual 2D. Untuk menarik minat generasi millenial, baru-baru ini bahkan ada prangko dengan edisi Dilan, yang digandrungi para remaja saat ini.
Menurut Agung, perangko yang paling diburu Filatelis yang bernilai jual tinggi adalah yang berkaitan dengan astrologi. Untuk tahun ini rencananya akan menerbitkan 11 perangko edisi khusus.
"Hari ini juga ada edisi khusus yang dikeluarkan Prangko 4 Pilar, yang melibatkan PT Pos Indonesia, Keminfo, dan MPR, prangko tersebut ada microteks dipinggirannya bertuliskan 4 Pilar MPR, serta saat disinari UV ada gambar Garuda," tuturnya.