Perbaikan Jalan KBB-Cianjur Harus Permanen, Pemda KBB Minta Bantuan Anggaran ke Pemprov Jabar 

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera mengirim surat kepada Pj Gubernur Jawa Barat untuk meminta bantuan anggaran perbaikan jalan di Kampung Tugu, RT 03/07 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu.

Perbaikan Jalan KBB-Cianjur Harus Permanen, Pemda KBB Minta Bantuan Anggaran ke Pemprov Jabar 
Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir/Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera mengirim surat kepada Pj Gubernur Jawa Barat untuk meminta bantuan anggaran perbaikan jalan di Kampung Tugu, RT 03/07 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu.

Pemda Bandung Barat mengakui penanggulangan jalan alternatif KBB-Cianjur terputus imbas longsor di Kecamatan Gununghalu itu membutuhkan bantuan anggaran dari Pemprov Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir mengatakan, perbaikan jalan penghubung antara KBB-Cianjur itu harus diperbaiki secara permanen mengingat jalan tersebut merupakan akses vital warga sekitar untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

"Untuk perbaikan jalan permanen kami akan berkirim surat minta bantuan ke Provinsi untuk penanggulangan jalan yang permanen," kata Ade Zakir kepada wartawan, Selasa 28 Mei 2024.

Saat ini, jelas Ade, pihaknya membuka akses sementara jalan yang tertimbun longsor tersebut dengan menerjunkan satu unit alat berat. Hal itu dilakukan mengingat akses jalan lainnya memiliki jarak tempuh yang cukup jauh.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan guna memudahkan warga yang hendak beraktivitas dari Desa Sindangjaya ke Desa Cilangari atau warga KBB yang hendak ke Kabupaten Cianjur pun sebaliknya.

"Akses jalan yang tertutup longsor sudah bisa dibuka karena target kami memang motor dan mobil kecil bisa lewat. Karena kalau memutar melalui desa Cilangari ke Gununghalu terlalu berat, jaraknya jauh dan medannya juga kurang bagus lewat perkebunan," tuturnya.

Meski baru dibuka, namun jalan tersebut sudah ramai dilalui kendaraan warga. Padahal, kontur tanah pasca dikeruk oleh alat berat masih belum keras. 

Selain itu, fungsi jalan longsor yang baru di buka tersebut hanya aman dilewati pada saat kemarau atau tidak turun hujan.

"Mungkin sekarang (pembukaan jalan longsor) sedang dalam proses pengerasan. Minimal (akses jalan) bisa terhubung dahulu," katanya.

"Kemarin seharusnya jangan dulu di buka. Harapan kami (jalan) di keraskan dulu baru (kendaraan) bisa lewat. Itu pun kalau hujan saya tidak rekomendasikan," ucapnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana