Perbarui Identitas Merek di Usia ke-25, Sensatia Tegaskan Komitmen Terhadap Clean Beauty

Sensatia, merek perawatan diri berbasis alami yang berasal dari Bali, meluncurkan identitas baru sebagai bagian dari transformasi merek secara menyeluruh memasuki usianya ke-25.

Perbarui Identitas Merek di Usia ke-25, Sensatia Tegaskan Komitmen Terhadap Clean Beauty
Sensatia, merek perawatan diri berbasis alami yang berasal dari Bali, meluncurkan identitas baru sebagai bagian dari transformasi merek secara menyeluruh memasuki usianya ke-25.

INILAHKORAN, Bandung- Langkah itu, dilakukan guna menegaskan kembali posisi perusahaan sebagai pelopor clean beauty di Indonesia dan memperluas dampak positif terhadap lingkungan serta masyarakat.

Dalam pembaruan, Sensatia mengubah namanya dari Sensatia Botanicals menjadi Sensatia. Perubahan tersebut diikuti dengan penyegaran desain logo dan kemasan produk yang kini tampil lebih modern dan minimalis.

Selain itu, pembaruan juga dilakukan pada tampilan fisik gerai-gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, dengan penyesuaian dilakukan secara bertahap.

CEO Sensatia, Michael Lorenti Jr menyampaikan, bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan visual. Melainkan representasi dari arah dan nilai yang telah lama dipegang perusahaan.

“Kami telah melalui perjalanan panjang selama 25 tahun dan selama itu pula, kami selalu berupaya menjaga integritas terhadap produk dan praktik bisnis kami. Identitas baru ini adalah cara kami untuk menyampaikan secara lebih jelas siapa kami dan apa yang kami perjuangkan,” kata Michael Lorenti Jr, Kamis 24 April 2025.

Sensatia, dituturkan ia dikenal sebagai salah satu perusahaan lokal yang menekankan pada keberlanjutan sejak awal berdiri. Hal ini tercermin dalam tiga pilar utama perusahaan, yakni clean ingredients, clran environment dan clean business.

Dalam praktiknya, perusahaan menggunakan bahan alami berkualitas tinggi tanpa tambahan bahan kimia berbahaya.

"Untuk aspek lingkungan, Sensatia telah mendaur ulang lebih dari 65.000 botol plastik bekas dan mengandalkan panel surya untuk memenuhi sekitar 70 persen  kebutuhan energi produksinya," ucapnya.

Tidak hanya itu, perusahaan juga menerapkan sistem bagi hasil yang memberikan kontribusi langsung terhadap kesejahteraan para karyawannya. Model bisnis ini menurutnya, adalah bentuk nyata dari filosofi “clean” yang tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga pada cara mereka menjalankan usaha.

“Bagi kami, kecantikan yang sejati adalah kecantikan yang tidak merusak. Kami ingin menjadi merek yang tidak hanya merawat kulit, tetapi juga merawat lingkungan dan manusia yang ada di dalamnya,” ujar dia.

Peluncuran identitas baru ini juga, diharapkan ia, dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, khususnya generasi muda yang semakin sadar akan pentingnya memilih produk yang etis dan berkelanjutan.

Sensatia juga berencana memperluas kampanye edukasi mengenai pentingnya clean beauty melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, kolaborasi dengan komunitas lokal, serta pelatihan di bidang lingkungan dan kewirausahaan berkelanjutan.

"Dengan semangat baru ini, Sensatia menatap masa depan dengan optimisme, tanpa melupakan akar dan nilai-nilai yang telah membentuk fondasi perusahaan selama dua dekade lebih," tandasnya.(Yogo Triastopo)


Editor : Ghiok Riswoto