INILAH, Karawang - Seorang perempuan di Kabupaten Karawang, bernama Narti Sunarti, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan hingga seberat 250 kilogram, akibat sering mengonsumsi maasakan mi instan.
"Berat badan saya semakin bertambah sejak setahun terakhir," kata Narti, di Karawang, Rabu (30/1/2019).
Akibat berat badannya yang "over", kini ia kesulitan untuk bangun. Untuk berdiri, perempuan berusia 37 tahun itu butuh bantuan empat sampai lima orang dewasa.
Kini ia tidak bisa bangun dan hanya tertidur atau duduk di tempat tidur di dalam rumahnya, Perumahan Terangsari Blok E-9 No 25, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Karawang.
"Sekarang tidak bisa jalan, jadi cuma tidur-tiduran atau duduk saja di kamar," kata dia.
Narti mengungkapkan, badannya semakin besar hingga mengalami kelebihan berat badan setelah sering mengonsumsi mie instan dan makan cemilan. Suaminya yang bekerja serabutan di Bogor tidak pernah pulang memberikan nafkah. Jadi sehari-hari dirinya hanya mampu mengonsumsi mi instan.
Saat ini Narti yang berat badannya mencapai sekitar 250 kilogram belum mendapatkan perawatan medis, karena terkendala administrasi kependudukan yang masih ber-KTP Jakarta.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menyebutkan, Narti Sunarti yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, sempat mengeluhkan sesak nafas dan sehingga perlu ditangani tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah setempat.
"Penanganan medis dilakukan untuk menstabilkan kondisi badannya, karena Ny Narti sebelumnya mengeluhkan sesak nafas dan sulit berjalan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Karawang Nurdin.
Tim dokter RSUD Karawang yang akan diturunkan untuk menangani pasien obesitas tersebut ialah dokter ahli gizi, dokter penyakit dalam, dan lain-lain. Sekarang Narti sedang ditangani tim dokter di Ruang Observasi Instalasi Gawat Darurat RSUD Karawang.
Ia mengatakan, sebelum dibawa ke RSUD Karawang, warga Perumahan Terangsari, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Karawang ini terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit Intan Barokah. Ny Narti sebelumnya dikabarkan memiliki berat badan sekitar 250 kilogram. Tapi setelah ditimbang kembali pada Rabu ini, berat badannya mencapai 148 kilogram.
"Dari rumah, ia dibawa ke Rumah Sakit Intan Barokah untuk mendapatkan bantuan oksigen, karena menderita sesak nafas. Dari Rumah Sakit Intan Barokah, Ny Narti kemudian dibawa ke RSUD Karawang," kata Nurdin.