Peringatan Keras, Ngatiyana Minta Jajarannya Segera Tangani 4 Isu Ini

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengingatkan jajarannya terkait 6 isu yang harus langsung ditangani mereka

Peringatan Keras, Ngatiyana Minta Jajarannya Segera Tangani 4 Isu Ini

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memberikan peringatan keras terhadap seluruh jajaran yang berasa di lingkungan Pemerintahan Kota Cimahi.

Orang nomor satu di Cimahi itu menyoroti empat isu penting yang sedianya harus segera ditangani jajarannya, yakni lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), peningkatan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), penguatan keamanan dan perlindungan generasi muda, serta respons cepat terhadap keluhan warga yang mulai meluas, termasuk di wilayah Melong. 

Tak cuma itu, Ngatiyana juga berpesan bahwa pemerintah dilarang menunggu masalah menyebar di media sosial baru turun ke lapangan.

Menyikapi tren kenaikan kasus ISPA, ia mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar tidak menjadikan data sekadar laporan administratif yang berhenti di lembaran kertas. 

Menurutnya, setiap angka yang tercatat harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata, mulai dari memetakan wilayah dengan lonjakan tertinggi, mengidentifikasi kelompok rentan, serta memastikan puskesmas dan rumah sakit siap melayani peningkatan kunjungan pasien.

"Apakah tugas pemerintah selesai ketika angka itu dilaporkan? Tidak. Angka itu harus menjadi tindakan," tegas Ngatiyana, Rabu (7/10/2026).

Beralih ke tata kelola pemerintahan, Ngatiyana menyoroti angka Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Cimahi tahun 2025 yang berada di 77,01 yang berarti masih masuk kategori waspada. 

"Angka ini muncul di tengah penguatan kerja sama pencegahan gratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ucapnya.

Ngatiyana menyebut nilai tersebut bukan penghukuman, namun menjadu cerminan di mana masih banyak ruang yang harus diperbaiki. Ia memperingatkan seluruh jajaran bahwa praktik korupsi tidak lahir secara tiba-tiba, tapi bermula dari kebiasaan kecil yang dibiarkan.

"Jangan membuka celah. Korupsi besar bermula dari hal kecil yang dianggap biasa dan terus dibiarkan," tegasnya.

Tak cuma itu, persoalan keamanan juga mendapat sorotan tajam. Pasalnya, pemusnahan barang bukti berupa narkotika, minuman keras, hingga knalpot brong dalam jumlah besar dinilai belum cukup jika tidak diimbangi perlindungan terhadap generasi muda. 

Ia menegaskan ukuran keberhasilan bukan hanya tertibnya kota, namun terjaganya masa depan anak-anak.

"Jangan sampai kita berhasil menjaga kotanya, tetapi kehilangan generasinya," ucapnya.

Terkait keluhan warga yang muncul secara terbuka, ungkap Ngatiyana, termasuk pemasangan spanduk di wilayah Melong, ia memerintahkan seluruh perangkat daerah berhenti saling melempar tanggung jawab. 

Pemerintah diminta turun langsung ke lokasi, memeriksa fakta, dampak, perizinan, serta mendengarkan aspirasi warga tanpa menunggu laporan tertulis. Kebijakan harus lahir dari kenyataan di lapangan, bukan sekadar data di meja kerja.

"Jangan menunggu masalah menjadi viral baru pemerintah bergerak," pungkasnya.

Captions: Wali Kota Ngatiyana soroti empat permasalahan yang harus segera ditangani.


Editor : Bsafaat