Peringati HAN 2025, Ketua TP PKK Kota Cimahi Sebut Ketergantungan Terhadap Gadget Kian Meningkat jadi Tantangannya

Ibarat pisau bermata dua, keberadaan gadget bagi masyarakat banyak memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi. Namun, di sisi lain gadget juga memberikan dampak negatif, terutama jika gadget digunakan dalam durasi yang cukup tinggi.

Peringati HAN 2025, Ketua TP PKK Kota Cimahi Sebut Ketergantungan Terhadap Gadget Kian Meningkat jadi Tantangannya
Tak hanya pada orang dewasa, tingginya durasi penggunaan gadget menimbulkan efek kecanduan juga bakal dialami anak-anak. Mirisnya, kondisi ini bisa mempengaruhi perkembangan anak. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Ibarat pisau bermata dua, keberadaan gadget bagi masyarakat banyak memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi. Namun, di sisi lain gadget juga memberikan dampak negatif, terutama jika gadget digunakan dalam durasi yang cukup tinggi.

Tak hanya pada orang dewasa, tingginya durasi penggunaan gadget menimbulkan efek kecanduan juga bakal dialami anak-anak. Mirisnya, kondisi ini bisa mempengaruhi perkembangan anak. 

Sejumlah pakar menyebut efek kecanduan gadget tutut berdampak pada akademik sang anak, disebabkan sulitnya fokus dan mudah lelah. Bahkan, jika menggunakan hp selama 3 jam, maka akan membutuhkan waktu 3 jam lagi untuk fokus dan beralih pada aktivitas lain.

Kondisi tersebut pun menuai sorotan banyak pihak, salah satunya Ketua TP PKK Kota Cimahi Midjiati Ningsih Ngatiyana. Menurutnya, tantangan besar dalam pengasuhan anak masa kini, khususnya terkait penggunaan gadget yang berlebihan.

“Tantangan utama dalam memperingati HAN tahun ini adalah meningkatnya ketergantungan anak-anak terhadap gadget, terutama ponsel pintar," kata Midjiati dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025 di SDN Cimahi Mandiri 1, Rabu 23 Juli 2025.

"Hal ini berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan perkembangan sosial mereka,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Midjiati juga mengajak para orang tua untuk lebih peduli dan bijak dalam mengatur penggunaan perangkat digital oleh anak-anak. 

Sebab, sambung dia, yang dibutuhkan anak-anak bukan larangan total, melainkan pembatasan dan pengawasan yang proporsional.

“Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat memicu perubahan perilaku pada anak, seperti mudah marah, kurang aktif bergerak, kecanduan game, hingga berkurangnya empati terhadap lingkungan sekitar,” bebernya.

Midjiati juga tak memungkiri, saat ini kian banyak anak yang memilih menghabiskan waktu di depan layar dibanding berinteraksi dengan teman sebaya di lingkungan sekitar.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua sebagai orang tua,” imbuhnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pesan penting bagi warga Cimahi agar bersama-sama menjaga, mendidik, dan mengarahkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Pemkot Cimahi telah menggulirkan berbagai program edukatif dan kampanye literasi digital bagi anak dan orang tua. Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret dalam menghadapi tantangan dunia digital yang tanpa batas," tuturnya.

Tak cuma itu, pihaknya juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Hal-hal sederhana seperti membatasi waktu bermain gadget, berdiskusi bersama, serta menciptakan waktu berkualitas dalam keluarga, sangat penting dalam proses pengasuhan.

“Jangan biarkan gadget menggantikan peran kehadiran kita sebagai orang tua. Perkuat ikatan emosional, dan arahkan anak pada aktivitas yang positif serta edukatif,” tegasnya.


Editor : Doni Ramdhani