Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, LDII Gulirkan Gerakan Menanam Pohon Secara Nasional di Yogyakarta

DPP LDII menggulirkan program menanam pohon secara nasional. Program itu digulirkan dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, LDII Gulirkan Gerakan Menanam Pohon Secara Nasional di Yogyakarta
DPP LDII menggulirkan program menanam pohon secara nasional dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.

INILAHKORAN,Yogyakarta,- DPP LDII menggulirkan Gerakan Menanam Pohon secara nasional di Bumi Perkemahan Dewa Ruci, Yogyakarta, Minggu 28 November 2021.

Gerakan menanam pohon secara nasional yang digulirkan DPP LDII di Yogyakrta merupakan kegiatan dalam menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia.

Dalam siaran pers yang dikirimkan ke redaksi INILAHKORAN.Com,  untuk mendukung gerakan menanam pohon secara nasional yang digulirkan di Yogyakrta, DPP LDII telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh perwakilan.

Baca Juga: Link Streaming Acara Penyambutan Anak Kedua Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Ungkap Wajah dan Nama Baby R

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengungkapkan, kegiatan menanam pohon secara nasional merupakan instruksi DPP LDII.

"Untuk se-Indonesia, khususnya saat ini dilaksanakan serempak secara bersamaan di DIY dan Riau,” ujar Chriswanto Santoso, Senin 30 November 2021 dalam siaran persnya

Ia berharap, filosofi yang terkandung dapat terus dipelihara dan dilanjutkan sampai benar-benar memberikan manfaat. “Pohon memberikan kehidupan dan penghidupan. Harus benar-benar berhasil,” ujarnya.

Baca Juga: Gagal Menangkan Ballon d'Or, Cristiano Ronaldo Marah Lagi, Begini Pernyataan Nyelekitnya

Terkait lingkungan hidup, ia menceritakan bahwa LDII telah memulai kampanye menanam pohon atau Go Green, sejak tahun 2007 bekerja sama dengan MUI Jawa Timur.

“Pohon produktif yang kita tanam, memiliki nilai ekonomi. Ditanam pada daerah binaan MUI, yang dilanjutkan setiap tahun, dan pada 2009 dilakukan pencanangan nasional di Makassar oleh DPP LDII,” urainya.

Program terus dilanjutkan, dan pada 2011, dilaksanakan pencanangan di Kendari, tidak hanya hutan di tanah kering, tetapi juga di pantai.

Baca Juga: Varian Omicron Disebut Peneliti Lemahkan Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Resmi WHO

“Istilahnya terkait dengan lingkungan bahari, daerah pantai di Kendari,” jelasnya.

Warga LDII di seluruh Indonesia tercatat sudah menanam 3,5 juta pohon, dengan tingkat kematian hanya 7 persen.

“Sehingga masih terus terpelihara. Momen ini membangkitkan kembali, harus terus melakukan perawatan terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.

Baca Juga: Sore Ini! Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Bakal Ekspos dan Umumkan Nama Baby R

LDII juga melakukan literasi kepada masyarakat tentang fiqih lingkungan. “Bersama Prof. Faisol Haq, Dekan UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof Sahid,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kedua tokoh tersebut memilki jariyah, mengajarkan kepada masyarakat fiqih lingkungan.

“Sehingga masyarakat merasa, dengan menjaga lingkungan merupakan ibadah, bukan hanya sekedar menanam,” ia menjelaskan.

Baca Juga: Sore Ini! Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Bakal Ekspos dan Umumkan Nama Baby R

Sehingga, selain untuk kehidupan dan penghidupan, bisa juga mendapatkan pahala.

“Syukur sekali LDII DIY memotori dan mempelopori. Di Kalimantan Barat, LDII bekerjasama dengan Kodam, terus melakukan penjagaan lingkungan hidup. Mari kita jadikan momen ini bersemangat menjaga lingkungan,” harapnya.

Lingkungan hidup adalah tempat bernaung, sehingga ia mengungkapkan salah satu program prioritas LDII adalah tentang pangan dan lingkungan hidup.

Baca Juga: Beri Kado Kepada Baby R, Putri Tanjung Mengaku Malu Memberikan Kado untuk Raffi Ahmad

“Mari terus menanam, sebagai jariyah kita, sebagai sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, mencintai lingkungan yang diterapkan dalam sebuah kreativitas seperti ecoprint, merupakan strategi agar generasi muda tidak terlena dengan kesulitan.

“Memang kompetisi semakin berat, tapi jangan takut, peluang pun semakin besar, yang penting kreatif menciptakan manufacturing baru dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.***


Editor : inilahkoran