Perisai Diri Melatih Mental Anak dengan Pembentukan Karakter 

SMP Edu Global School (EGS) Bandung memiliki ekskul Perisai Diri. Hadirnya ekskul ini bukan sekadar untuk mengasah bakat siswa, tapi juga untuk membangun karakter siswa dan mental anak-anak.

Perisai Diri Melatih Mental Anak dengan Pembentukan Karakter 
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - SMP Edu Global School (EGS) Bandung memiliki ekskul Perisai Diri. Hadirnya ekskul ini bukan sekadar untuk mengasah bakat siswa, tapi juga untuk membangun karakter siswa dan mental anak-anak.

Membentuk karakter yang baik merupakan hal besar yang menjadi tugas utama seorang guru sebagai pendidik. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar yang harus terealisasi. 

Setiap sekolah tentu menginginkan para peserta didiknya memiliki karakter yang baik. Namun cara seperti apa yang tepat dan menarik bagi siswa untuk membangun karakter tersebut?

Dalam hal ini, SMP EGS Bandung tahu betul bagaimana caranya untuk menumbuhkembangkan karakter setiap siswanya. Salah satunya yakni melalui organisasi non-akademik yang bernama ekstrakurikuler (ekskul).

Saat ini, sekolah yang berpusat di Jalan Citarum 35, kota Bandung itu memiliki sejumlah ekskul yang bisa dipilih oleh peserta didiknya. Salah satunya ekskul Perisai Diri. 

"Tujuan dari Perisai Diri adalah melatih mental anak-anak kita, karena untuk mengembangkan mental juara anak-anak, bukan hanya sikapnya aja, tapi juga sebagai mahluk ketuhanan maha esa dia juga melatih bagaimana ketakwaan. Karena Perisai Diri berhubungan kehidupan manusia, jadi bukan hanya melatih silat sebagai juara, untuk mengembangkan iman dan takwa," ucap Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP EGS, Rizki Ramadhana, pada Jumat (10/1/2020).

Rizki mengungkapkan, sepekan sekali Perisai Diri melaksanakan kegiatan rutin. Misalnya, siswa akan mengikuti seni tunggal, kerapihan teknik bagaimana silat itu tidak hanya memukul dan menyerang, tapi ada teknik khusus. Seperti satria, garuda, burung kuntul, naga dan lainnya. Ada tangan kosong juga ada senjata, ada toya, golok, pisau dan lainnya.

"Secara keseluruhan yang ikut Perisai Diri itu sebanyak 20 orang, dia aktif. Kalau kelas 9 itu tidak diwajibkan, karena kan mereka akan mengikuti Ujian Nasional (UN)," imbuhnya.

Soal manfaat ketika anak-anak mengikuti ekskul Persai Diri kata Rizki adalah, selain melatih kebugaran dan kesehatan anak-anak, ada juga melatih mental kompetisi, supaya anak-anak bisa berani jujur dan tanggung jawab seperti yang mereka lakukan. Silat itu salah satu sebagai kebanggaan dari Indonesia, mereka juga bisa mewakili dari Bandung dan secara Nasional.

"Dengan kondisi mereka seperti ini, manfaatnya bisa untuk jalur prestasi untuk SMA ataupun kuliah Internasional. Mumpung di April ini dari kontingen EGS berangkat ke Belgia untuk open Ikut Pencak Silat Belgia Open 2020," tuturnya.

Dia berharap, anak-anak bisa lebih mengembangkan minat dan bakatnya. Pasalnya, di sini setiap anak bisa menjulang prestasi tingkat nasional maupun internasional. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani