Perkuat Karakter Agamis Sejak Dini, Bupati Cirebon Dukung Wajib Belajar Diniyah untuk Siswa SD

Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.

Perkuat Karakter Agamis Sejak Dini, Bupati Cirebon Dukung Wajib Belajar Diniyah untuk Siswa SD
Perkuat Karakter Agamis Sejak Dini, Bupati Cirebon Dukung Wajib Belajar Diniyah untuk Siswa SD

INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.

Kali ini, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT). Hal itu terkait program wajib belajar diniyah bagi siswa sekolah dasar (SD).

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Bupati Cirebon, Imron yang menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut sebagai upaya menyelaraskan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam membentuk generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

"MoU itu tentang anak-anak SD yang sekarang diwajibkan untuk sekolah madrasah diniyah. Ini sebagai bekal anak-anak kita, agar nanti Kabupaten Cirebon memiliki generasi yang pintar tapi juga Agamis," kata Imron, Sabtu 28 Juni 2025.

Menurutnya,  program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Namun, tanpa mengesampingkan pendidikan formal. Ini karena, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman.

"Jadi, anak-anak yang sekolah di SD itu sekarang diwajibkan untuk siangnya sekolah madrasah diniyah," ujarnya.

Bupati menambahkan, dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap mampu menciptakan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan kepedulian sosial yang tinggi.

"Langkah ini sejalan dengan visi saya dalam menciptakan Kabupaten Cirebon yang religius, berbudaya, dan berdaya saing, melalui integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan," tukasnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan