Mahasiswa Kritik Pemkab Cirebon, Soroti Jalan Rusak, Sampah, dan Pelayanan Publik

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Rabu (25/2/2026) sore. 

Mahasiswa Kritik Pemkab Cirebon, Soroti Jalan Rusak, Sampah, dan Pelayanan Publik
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cirebon membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Rabu (25/2/2026) sore. (InilahKoran/Maman Suharman)

INILAHKORAN.ID - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Rabu (25/2) sore. 

Aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Cirebon yang dinilai belum maksimal selama satu tahun terakhir. 

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan mendasar, terutama kerusakan infrastruktur jalan yang hingga kini masih banyak dibiarkan tanpa penanganan serius. 

HMI mendesak pemerintah daerah menghentikan pembiaran tersebut dan segera melakukan rekonstruksi serta revitalisasi jalan secara total.

Ketua PTKP HMI Cabang Cirebon, Muhamad Albab menyoroti kondisi jalan khususnya ruas Karangsembung–Karangwareng–Jalan Lemahabang–Susukan, Jalan Gebang–Losari, Pabuaran–Ciledug, serta Waled–Pabuaran.

"Kami meminta agar kondisi jalan rusak di wilayah lain segera ditangani dan seluruh progres perbaikannya dipublikasikan secara terbuka melalui laman resmi dan media sosial Pemerintah Kabupaten Cirebon agar dapat diawasi oleh masyarakat," tegasnya.

Selain itu, HMI mendorong dilakukannya reformasi birokrasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur serta digitalisasi layanan publik. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat dan mempermudah proses administrasi kependudukan maupun perizinan secara transparan.

Aksi yang dijaga puluhan petugas kepolisian itu  juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang belum optimal. Mereka mendesak pemerintah daerah meningkatkan fasilitas dan sistem penanganan sampah di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

"Di sektor ketenagakerjaan, HMI meminta perluasan program pelatihan kerja serta fasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal dengan data capaian yang disampaikan secara transparan kepada publik," teriak Muhamad Albab.

Hal lain yang menjadi sorotan mahasiswa adalah bidang pendidikan dan kesehatan. Mereka menuntut agar pemerintah segera merenovasi ruang kelas yang rusak serta memastikan seluruh warga miskin terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). 

Mahasiswa juga meminta peningkatan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah dengan mempublikasikan laporan secara berkala dan mudah diakses masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, HMI turut mengecam keras tindakan represif dan segala bentuk kekerasan aparat kepolisian yang terjadi dalam penanganan aksi di berbagai daerah. Mereka menuntut agar kejadian serupa tidak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Cirebon.

Ketua Umum HMI Cabang Cirebon, Akramul Farhan memberikan kesimpulan, kinerja Imron selaku Bupati Cirebon selama satu tahun masih belum maksimal. 

Lalu, infrastruktur jalan yang rusak parah, pelayanan publik yang belum optimal, persoalan sampah dan banjir yang belum tuntas, serta tingginya angka pengangguran disebut sebagai pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

Dia pun menuntut pemerintah daerah mengambil langkah konkret, terukur, dan transparan agar program prioritas benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat. ***


Editor : Gin gin T Ginulur