Brigade Mahasiswa Bogor Cium Bau Pokir di Proyek Posyandu Digital
Brigade Mahasiswa Bogor unjuk rasa terkait alokasi anggaran Rp20 miliar untuk program Posyandu Digital yang diduga masuk lewat Pokir Anggota DPRD.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gedung DPRD Kabupaten Bogor mendadak riuh oleh aksi unjuk rasa puluhan pemuda yang tergabung dalam Brigade Mahasiswa Bogor, Kamis (2/4/2026).
Mereka menuntut klarifikasi tegas terkait alokasi anggaran fantastis senilai Rp20 miliar untuk program Posyandu Digital.
Kordinator Aksi Muhammad Yuri mengungkap adanya dugaan tak etis dalam penganggaran program tersebut.
Mahasiswa mencurigai proyek digitalisasi posyandu ini masuk melalui celah Pokok Pikiran (Pokir) pimpinan dan anggota dewan, bukan murni kebutuhan teknis dinas.
"Kami minta DPRD dan DPMD Kabupaten Bogor, menjawab atau mengklarifikasi perihal program kerja Posyandu Digital dan Pokir," tegas Yuri kepada wartawan.
DPMD Membantah: Bukan Pokir Dewan
Menanggapi tudingan tersebut, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyaraka Desa (DPMD) Kholid Mawardi membantahnya. Dia mengeklaim, anggaran tersebut murni program kerja dinas untuk modernisasi pelayanan.
Menurut Kholid, fungsi posyandu saat ini sudah bertransformasi. Tak hanya menangani permasalahan stunting atau kesehatan bayi, tapi mencakup sektor pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, hingga pekerjaan umum.
"Posyandu sekarang bukan hanya melayani bayi, tetapi juga di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, pekerjaan umum dan lainnya. Oleh karena itu, kami akan melengkapi fasilitas Posyandu," jelas Kholid.
Kholid Mawardi melanjutkan, anggaran Rp20 miliar dibagi jumlah 5.193 Posyandu. Setiap Posyandu, kata dia, akan menerima fasilitas seharga Rp3 juta.***
Editor : Bsafaat

