Manajemen PT Royal Sejahtera Abadi Angkat Suara Soal Nasib Pekerja
Manajemen PT Royal Sejahtera Abadi angkat terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gerbang perusahaan di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Manajemen PT Royal Sejahtera Abadi angkat terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gerbang perusahaan di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak Selasa (30/6/2026).
Protes yang didominasi oleh ibu-ibu dan para pekerja lokal ini dipicu oleh kekhawatiran akan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak pasca berakhirnya kerja sama dengan penyedia tenaga kerja lama dan digantikan oleh vendor baru, PT Aira.
Kepala Personalia PT Royal Sejahtera Abadi, Wahyu mengakui pihaknya telah berupaya menemui para pengunjuk rasa dan menawarkan solusi dialog lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini.
Kendati demikian, tawaran tersebut ditolak tegas oleh massa yang menuntut kehadiran langsung pihak manajemen PT Aira guna mendapatkan kepastian nasib mereka.
Meski telah disampaikan bahwa perwakilan vendor baru tidak dapat hadir dan berkomitmen bertemu pada hari ini, para pengunjuk rasa tetap memilih bertahan di tenda yang didirikan di depan gerbang hingga kejelasan diperoleh sejak kemarin.
“Kami memahami sepenuhnya warga ingin bertemu langsung dengan manajemen PT Aira. Saya sudah sampaikan bahwa mereka tidak dapat hadir kemarin, tapu akan menindaklanjutinya lewat pertemuan hari ini,” kata Wahyu, Rabu (1/7/2026).
Terkait tuduhan pemberhentian sepihak yang disampaikan warga, Wahyu menyebut, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mendalam karena hal tersebut merupakan ranah manajemen dari perusahaan alih daya.
Ia menjelaskan posisi perusahaannya hanya sebagai pengguna jasa, di mana nota kesepahaman dengan mitra lama, PT PPD memang sudah berakhir dan tidak diperpanjang.
Sehingga, seluruh tenaga kerja yang berasal dari vendor lama diarahkan untuk mengikuti proses seleksi ulang dan melamar kembali melalui prosedur yang berlaku di PT Aira.
“Kami hanya pengguna jasa. Kerja sama dengan PT PPD telah berakhir dan kini kami bekerja sama dengan PT Aira. Para pekerja lama diwajibkan mengikuti rekrutmen ulang," jelasnya.
"Mengenai siapa yang lolos dan tidak, hal itu sepenuhnya menjadi wewenang PT Aira dan akan dibahas pada pertemuan besok,” imbuhnya.
Wahyu mengakui adanya blokade dan aksi di depan gerbang sempat menghambat arus keluar-masuk kendaraan sehingga kelancaran operasional sedikit terganggu.
Namun, pihaknya memastikan proses produksi di dalam pabrik tetap berjalan dan perusahaan akan terus beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Untuk penyelesaian masalah ini sepenuhnya digantungkan pada hasil pertemuan hari ini antara perwakilan warga dengan manajemen PT Aira," ujarnya.***
Editor : JakaPermana

