Pesan Bupati Cirebon di Hardiknas 2026, Peran Penting Guru Ubah Pola Pikir Anak Muda
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Cirebon berlangsung dengan menonjolkan penguatan peran guru serta pengembangan pendidikan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peringatan Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Cirebon berlangsung dengan menonjolkan penguatan peran Guru serta pengembangan pendidikan berbasis kreativitas.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas pendidikan Kabupaten Cirebon Jumat kemarin, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang evaluasi dan dorongan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Terpisah, Bupati Cirebon, Imron mengatakan, kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas pendidikan dan peran tenaga pendidik. Dia menyebut Guru memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir generasi muda.
“Guru itu harus menjadi agen perubahan pola pikir. Hardiknas kemarin itu sebagai momentum kebangkinan pendidikan. Jadi peran Guru disini sangat penting," ungkap Imron, Minggu 3 Mei 2026.
Selain itu, Imron juga mengapresiasi hasil karya siswa yang ditampilkan dalam kegiatan. Dii menilai kreativitas siswa, seperti inovasi batik berbahan telur dan garam, menunjukkan potensi besar yang perlu terus dikembangkan.
"Sebetulnya banyak kreatifitas karya siswa siswa di Kabupaten Cirebon layak untuk ditonjolkan. Tinggal bagaimana kreatifitas itu terus dibina," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori, melihat sektor pendidikan merupakan prioritas nasional yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan. Dia juga mengapresiasi langkah Dinas pendidikan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“pendidikan berbasis kreativitas dan pengembangan ekonomi sudah seharusnya kita dukung bersama,” kata Hasan.
Di sisi lain, Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan peringatan Hardiknas tahun ini difokuskan pada apresiasi prestasi siswa serta pengembangan seni dan keterampilan.
“Kami berharap pendidikan di Kabupaten Cirebon bukan hanya teori, tetapi mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah agar bermanfaat secara nyata,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon pada tahun ini juga ditunjuk sebagai proyek percontohan program “seniman masuk sekolah” yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Program tersebut melibatkan seniman lokal dalam proses pembelajaran budaya di sekolah.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat. Perwakilannya, Sugito Adiwarsito, menilai pameran karya siswa menjadi bukti konkret potensi yang dimiliki peserta didik di Kabupaten Cirebon.
“Ini adalah bentuk apresiasi untuk tenaga pendidikan di Kabupaten Cirebon. Harapannya ke depan penyelenggaraan semakin baik, apalagi kegiatan ini didukung berbagai pihak meskipun non-APBN,” paparnya.
Dia menambahkan, Peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Cirebon mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam mendorong pendidikan yang lebih inovatif serta relevan dengan kebutuhan zaman.***
Editor : JakaPermana


