Bupati Cirebon Baru Tahu Masjid Agung Sumber Kesulitan Biaya Operasional
Bupati Cirebon, Imron, mengaku baru mengetahui kondisi kesulitan biaya operasional yang dialami Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumber.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Cirebon, Imron, mengaku baru mengetahui kondisi kesulitan biaya operasional yang dialami Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumber. Itupun setelah membaca pemberitaan di media.
Imron menyebut, dirinya sebelumnya belum menerima laporan langsung terkait tingginya biaya operasional masjid beserta menaranya yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon tersebut.
“Saya justru baru tahu dari media kalau biaya operasional masjid dan menaranya cukup tinggi,” ujar Imron, Rabu 25 Februari 2026.
Selain itu, Imron juga mengaku belum mengetahui pihak DKM telah melayangkan surat kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Dalam surat tersebut, DKM mengusulkan agar kepemilikan masjid segera diambil alih oleh Pemkab Cirebon, sehingga seluruh biaya operasional dan pemeliharaan, termasuk menara masjid, dapat ditanggung pemerintah daerah.
Menurut Imron, usulan tersebut belum bisa langsung diputuskan. Dia mengaku, akan terlebih dahulu meminta penjelasan dari bagian aset terkait status kepemilikan bangunan tersebut.
“Saya akan tanyakan dulu ke BKAD atau Kesra. Kalau memang akan diambil alih, tentu harus melalui mekanisme dan persetujuan DPRD juga,” ungkapnya.
Meski demikian, secara pribadi Imron mengaku sepakat jika masjid dan menaranya diambil alih oleh pemerintah daerah. Menurutnya, langkah itu dapat memastikan pemeliharaan ikon religius Kabupaten Cirebon tersebut dilakukan secara berkala dan terencana.
“Kalau sudah menjadi aset Pemda, tentu penganggarannya akan lebih mudah. Perawatan bisa dilakukan rutin karena sudah masuk dalam perencanaan anggaran daerah,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kemegahan Masjid Agung Sumber dan menaranya yang berdiri di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon ternyata menyimpan banyak masalah.
Hal itu karena kondisinya belum sejalan dengan kemampuan pengelolaan di tingkat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Tingginya biaya operasional membuat pengelolaan masjid dan menara tersebut dinilai tidak lagi ideal jika tetap berada di bawah kendali DKM.
Ketua DKM Masjid Agung Sumber, Mustofa Jajuli, mengungkapkan biaya operasional masjid dalam satu tahun saja bisa mencapai sekitar Rp400 juta-an. Angka tersebut belum termasuk biaya operasional menara masjid setinggi 13 lantai, yang hingga kini biaya operasionalnya belum dapat dihitung secara pasti.
Menurutnya, jika pengelolaan masjid dan menara masih tetap berada di bawah DKM, maka besar kemungkinan seluruh fasilitas tersebut akan kembali terbengkalai. Alhasil pemeliharaan mesjid dan menara yang selalu didanai Pemkab Cirebon akan sia-sia. Jajuli mengaku takut, pihak DKM akan disalahkan oleh masyarakat.***
Editor : JakaPermana


