Pernah Dipuji SBY, Maidi Wali Kota Madiun Kini Terseret OTT KPK
Wali Kota Madiun, Maidi ternyata pernah dipuji Presiden RI ke-6, SBY terkait kinerjanya yang dinilai baik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Nama Wali Kota Madiun, Maidi, kembali menjadi perhatian publik setelah terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sorotan tersebut mengingatkan publik pada pesan yang pernah disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kepada Maidi saat kembali terpilih dalam Pilkada 2024.
Saat itu, SBY menitipkan harapan agar Maidi mampu menjaga dan meningkatkan kinerjanya demi kesejahteraan masyarakat Kota Madiun. Pesan tersebut disampaikan ketika SBY berkunjung ke Pondok Abi Bahrun Madinatul Jannah, Jalan Merpati, Kota Madiun, pada 20 Januari 2025.
SBY menilai Maidi telah menunjukkan kinerja yang baik selama lima tahun sebelumnya dan berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, dalam periode kepemimpinan berikutnya.
“Harapan saya, apa yang sudah baik dilakukan lima tahun lalu dijaga dan dipertahankan. Semua kebijakan harus diarahkan agar masyarakat Kota Madiun semakin maju dan sejahtera,” ujar SBY kala itu.
SBY juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa syukur atas terpilihnya kembali Maidi sebagai wali kota. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tersebut tidak lepas dari kinerja Maidi yang dinilai positif selama masa jabatan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa pesan tersebut merupakan bentuk doa dan harapan agar Maidi dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. SBY mendorong Maidi untuk terus menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kepentingan warga.
“Ini adalah doa dari orang tua kepada pemimpin daerah agar terus menjaga kinerja yang baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam lima tahun ke depan,” kata SBY.
Akan tetapi, pesan tersebut kini menjadi sorotan kembali seiring dengan proses hukum yang tengah dijalani Maidi. KPK mengungkapkan bahwa OTT terhadap Wali Kota Madiun berkaitan dengan dugaan praktik korupsi yang masih dalam tahap pendalaman penyidikan.
Editor : Firda Rachmawati

