Perselisihan Hukum dengan ADOR Membayangi Aktivitas Grup, Citra Publik NewJeans Tercoreng
Citra publik NewJeans kini tercoreng hingga popularitas menurun karena perselisihan hukum dengan ADOR.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PopularitasNewajeans nampaknya kini menurun karena mereka kini sulit untuk dilihat karena hiatus yang tidak pasti.
Perdebatan sengit sedang terjadi di dunia maya mengenai semakin berkurangnya Popularitas NewJeans di publik.
Hal ini disebabkan karena NewJeans menjadi pusat kontroversi bukan karena musiknya, melainkan karena sengketa Hukum.
Sebuah unggahan viral di Pann berjudul "Citra NewJeans Mengatakan Semuanya..." telah memicu kekhawatiran dan kritik terkait memudarnya Popularitas grup ini di tengah pertarungan Hukum ADOR yang sedang berlangsung dengan HYBE.
Postingan tersebut membandingkan ketidakaktifan NewJeans saat ini dengan penampilan gemilang Girl grup HYBE lainnya.
Meskipun LE SSERAFIM mengguncang Saitama Super Arena dan ILLIT menggelar konser penggemar di Olympic Hall, NewJeans sebagian besar absen dari kancah promosi.
Namun, nama mereka terus muncul, meskipun berkaitan dengan sidang pengadilan di Seocho-dong, bukan panggung musik.
Seorang pengguna forum mencatat bahwa bahkan kemunculan NewJeans dalam iklan komersial pun tampaknya dikurangi, mengisyaratkan kemunduran yang halus namun nyata dari sorotan.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa branding grup tersebut melemah, akibat sorotan negatif terhadap agensi mereka.
“Aku kangen NewJeans," “HYBE belum punya Girl grup yang sesukses NewJeans, jadi apa sebenarnya yang seharusnya kita lihat sebagai gantinya?”
“Selalu dimulai sekitar waktu malam ini lagi, ya," "Menyebut mereka tukang tikam dari belakang? LOL. Babi pengkhianat 400 miliar won adalah orang terakhir yang seharusnya bicara."
"Kenapa penggemar LE SSERAFIM kayak gini? Masa sih nggak bisa hidup tanpa NewJeans atau aespa?"
Saat pertarungan Hukum terus berlanjut, pertanyaan tetap ada tentang berapa lama lagi NewJeans dapat mempertahankan Citra mereka di mata publik tanpa panggung untuk berdiri.***
Editor : Irma Nurfajri


