Persib Bandung Munculkan Jersey Berlogo 105

Persib Bandung memunculkan jersey berlogo 105. Hal itu diketahui saat Maung Bandung menggelar acara bertajuk Festival We Are Persib di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat 5 Januari 2024.

Persib Bandung Munculkan Jersey Berlogo 105
Sehelai jersey Persib Bandung berlogo 105 itu pun sudah mulai diperjual belikan. Sesuai dengan angka, harganya bernilai Rp1.050.000.  (muhammad ginanjar)

INILAHKORAN, Bandung - Persib Bandung memunculkan jersey berlogo 105. Hal itu diketahui saat Maung Bandung menggelar acara bertajuk Festival We Are Persib di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat 5 Januari 2024.

Usut punya usut, penambahan angka 105 di jersey itu dilakukan karena tepat saat ini Persib Bandung berulang tahun ke-105 setelah melakukan perubahan hari jadi yang semula 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.

Dengan alasan itu, kini angka 1933 yang ada pada logo Persib Bandung selama ini tidak lagi digunakan pada jersey. Dalam artian, dihapus.

Sehelai jersey Persib Bandung berlogo 105 itu pun sudah mulai diperjual belikan. Sesuai dengan angka, harganya bernilai Rp1.050.000. 

Petugas penjual jersey Persib Bandung berlogo 105 ini mengatakan harga tersebut sudah termasuk jersey, topi, tote bag, sertifikat serta satu tiket laga kandang Persib Bandung saat melawan Persis Solo pada 4 Februari 2024.

“Sejauh ini, baru dua orang yang sudah pesan,” katanya.

Diketahui, Persib Bandung sebelumnya menetapkan untuk mengubah hari jadi. Semula 14 Maret 1933, kini ditetapkan menjadi 5 Januari 1919.

Pergantian hari jadi menjadi 5 Januari 1919 ini ditetapkan melalui hasil riset dari tim peneliti hari jadi Persib Bandung yang diketuai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) Kunto Sofianto.

Menurutnya, narasi yang menyebutkan bahwa Persib (Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond/BIVB) merupakan salah satu dari tujuh perserikatan (bond) pendiri PSSI pada 19 April 1930 menjadi alasan lain timnya melakukan kajian ilmiah dan riset hari jadi ini. Menurut logikanya, sebagai salah satu pendiri PSSI, Persib seharusnya lahir terlebih dulu dari yang dilahirkannya.

Kunto juga menjelaskan, di antara lima titimangsa yang ditemukan oleh tim peneliti, tanggal 5 Januari 1919 merupakan hasil interpretasi yang paling logis karena didukung oleh fakta sejarah yang kuat (primer). Di luar tanggal tersebut empat titimangsa lainnya adalah 11 Juli 1914, 19 Mei 1923, 22 Oktober 1928 dan 18 Maret 1934.

Dasar penetapan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi Persib adalah adanya momen kesepakatan dalam vergadering (rapat) 13 klub pribumi seperti KBS, BB (Bintang Bandoeng), STER (Steeds trappen en rennen), Diana (Doe is alles niet achteruit), Zwaluw, BIVC, BVC, KVC, VVC, Visser, NVC, Brom dan Pasar Ketjil untuk mendirikan sebuah bond atau perserikatan bernama Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond (BIVB). Fakta tersebut ditemukan dalam pemberitaan surat kabar Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919.

Dijelaskannya, ke-13 klub pribumi tersebut memutuskan membentuk bond tersendiri sebagai bentuk “perlawanan” terhadap diskriminasi yang dilakukan bond Hindia Belanda, Bandoengsch Voetbal Bond (BVB) terhadap sepak bola bumiputera. seusai deklarasi pendirian, dibentuklah susunan kepengurusan di bawah kepemimpinan Soetan Baginda M. Djamil sebagai presiden bond dan Soegeng sebagai wakilnya.*** (muhammad ginanjar)


Editor : Doni Ramdhani