Persib dan Barito Diduga Terlibat Pengaturan Skor, Pengacara Papua Pieter Ell Siapkan Gugatan
Barito Putera dan Persib Bandung diduga terlibat pengaturan skor dalam laga terakhir Liga 1 Indonesia. Pengacara Pieter Ell siapkan gugatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pengacara asal Papua Pieter Ell bakal menggugat Persib Bandung dan Barito Putera usai hasil laga pekan terakhir Liga 1 Indonesia.
Pieter Ell menuding Persib dan Barito terlibat pengaturan skor yang membuat Persipura Jayapura terdegradasi.
Pieter Ell memandang, hasil imbang 1-1 Persib vs Barito merupakan hasil dari main mata atau sepak bola gajah, Kamis 31 Maret 2022.
Baca Juga: Kota Bogor dan KBRI Tokyo Siap Kerjasama Pembangunan Rumah Sakit
Dalam laga tersebut, Persib memang melewatkan banyak peluang emas termasuk satu eksekusi penalti David da Silva yang dengan mudah ditangkap kiper Barito Putera.
“Memang dari hasil imbang antara Persib dan Barito Putera, membuat Persipura terdegradasi. Tapi semua belum kiamat. Kami siap mengajukan gugatan pada Persib dan Barito. Terindikasi jelas ada sepak bola gajah dalam laga tersebut dan merugikan Persipura Jayapura,” ujar Pieter Ell kepada wartawan seperti dikutip Portal Papua.
Pieter Ell menerangkan, perihal gugatan yang akan dilayangkan pada Persib dan Barito itu, pihaknya akan juga menghadirkan sejumlah saksi ahli seperti mantan pemain dan pihak terkait lainnya guna memberikan keterangannya.
Baca Juga: RESMI! Pertamax Dibanderol Rp12.500 per Liter, Berlaku Sesaat Lagi di 16 Provinsi Ini
"Kita gugat Barito dan Persib karena ada dugaan sepakbola gajah yang merugikan Persipura. Dalam persidangan kan kita hadirkan saksi ahli dan mantan pemain. Nanti dalam Pengadilan akan diputar kembali rekaman video," lanjutnya.
Pieter Ell juga menceritakan bagaimana dirinya ditahun 2009 lalu pernah melakukan hal yang yang sama.
Kala itu, dia dan timnya menggugat PSSI atas laga final ISL antara Persipura kontra Sriwijaya FC.
Baca Juga: Resmi Naik! Ini Harga Terbaru Pertamax dan Pertalite per Jumat 1 April 2022
Ketika itu, lanjut Pieter lagi, diduga kuat Persipura dikerjai Wasit Purwanto. Itu tahun 2009. Lalu PSSI juga sampai memberikan sanksi pada sejumlah pemain Persipura diantaranya Boaz Solossa, Ernes Jeremiah dan Beto Gonzalves.
Ditambah lagi PSSI meminta Persipura juga mengembalikan kembalikan biaya sponsor.
Baca Juga: Tolak Wacana Kekuasaan Presiden Tiga Periode, Aktivis 98 Bandung Galang Dukungan Grassroot
“Nah waktu itu saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya berakhir damai. Semua sanksi PSSI dicabut dan para pemain Persipura Kembali bisa bermain seperti biasa,” jelas Pieter.***
Editor : inilahkoran

