Persib vs PSIS, Gelegak di Si Jalak
PERSIB menjamu PSIS di Stadion si Jalak Harupat, Rabu (6/11). Kemenangan pertama setelah 67 hari?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PERSIB menjamu PSIS di Stadion si Jalak Harupat, Rabu (6/11). Kemenangan pertama setelah 67 hari?
Dua bulan bukanlah waktu yang singkat. Selama itu pulalah Persib tak pernah menang di Bandung. Terakhir, Maung Bandung membukukan kemenangan di kandang sendiri ketika mengalahkan PSS Sleman, 67 hari yang lalu.
Setelah itu, Persib ditahan imbang Semen Padang. Dua laga kandang terakhir Pangeran Biru pun digelar jauh dari Kota Kembang. Dua laga kandang mereka lakoni di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Maka, laga lawan PSIS Semarang adalah laga perdana Persib di si Jalak setelah hampir dua bulan. Kemenangan akan jadi kado indah Persib kembali ke pelukan bobotoh.
Mungkinkah? Tanda-tandanya positif. Ini fakta pendukungnya: pertahanan Persib makin tangguh, gelandang kian dinamis, dan lini depan bertambah tajam. Dalam tiga laga terakhir, gawang I Made Wirawan clean sheet. Dalam empat penampilan paling belakangan, Persib selalu mencetak minimal dua gol, kecuali saat ditahan imbang tuan rumah Bhayangkara FC 0-0.
Fakta lainnya, Persib adalah klub dengan performa terbaik akhir-akhir ini, di bawah Persipura. Mereka mengoleksi 10 poin dari kemungkinan maksimal 15 angka dari lima laga terakhir.
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, memperhitungkan laga lawan PSIS akan berlangsung menarik. Pasalnya, PSIS, dalam pandangannya, merupakan tim tangguh meski posisinya di papan klasemen berada di bawah Persib. Terbukti, Mahesa Jenar sebelumnya menjinakkan PSS Sleman 3-0.
“Penyerangannya yang berbahaya. Mereka mempunyai pemain asing yang bagus,” ujarnya di Bandung, Selasa (5/11).
Tak hanya itu, PSIS dia nilai juga memiliki kombinasi yang sangat baik. “Itu bisa dilihat dari laga terakhir, mereka menaklukkan tim dengan pertahanan bagus seperti Sleman,” tambahnya.
Selain itu, kata Alberts, materi pemain PSIS juga sudah mengalami perubahan. Masuknya trio asing Claudir Marini Junior, Silvio Escobar, dan Jonathan Cantillana, mendongkrak performa PSIS.
“Tapi, kami sudah siap. Kami memahami bagaimana cara mereka bermain,” tukas pelatih asal Belanda ini.
Alberts cukup percaya diri timnya bisa mengatasi PSIS. Satu di antaranya karena Ezechiel N'Douassel dan Ardi Idrus yang sebelumnya mengalami cedera, kini sudah membaik.
“Kami juga sudah bisa kembali bermain di Bandung. Pemain tidak sabar untuk bermain di depan bobotoh. Kami senang akhirnya bisa bermain lagi di Bandung,” katanya.
Sebelumnya Alberts mengaku kesulitan dalam menangani timnya setelah Persib tidak bisa menjalani dua laga kandangnya melawan Persebaya dan Persija di Bandung. Karena alasan keamanan, laga itu dimainkan di Gianyar.
“Tidak mudah bagi kami, pemain dan ofisial untuk tinggal di luar, berlatih di luar, dan harus melakukan banyak perjalanan,” tuturnya.
Dia bersyukur karena manajemen mendukung timnya sehingga membuat para pemain merasa nyaman. Alhasil Persib berhasil meraih kemenangan meski bermain di luar Bandung.
“Kami harus tetap bermain dengan baik di Bandung dan harus bisa meraih tiga poin. Melihat kerja pemain maupun intensitas di latihan, mereka melakukan pemulihan dengan cepat dan sangat positif. Sekarang pemain bisa lebih rileks saat mereka menguasai bola. Kami tinggal harus lebih efektif ketika menyerang,” ujarnya lagi.
Peluang Persib makin besar karena PSIS datang nyaris tanpa persiapan. “Kami baru latihan lagi nanti sore,” kata Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah di Bandung, Selasa.
Banur, sapaan akrab mantan striker tim nasional ini, mengaku tidak memiliki waktu karena laga kandangnya melawan PSS harus digelar di Stadion Maguworharjo, Sleman.
“Kami tidak ada latihan. Kami tim musafir. Di Magelang tidak ada izin sehingga main di Sleman. Setelah lawan Sleman, kami pulang ke Magelang. Minggunya libur dan kemarin pagi berangkat ke Bandung. Latihan baru nanti sore,” katanya.
Meski begitu, Bambang merasa beruntung timnya mampu meriah hasil positif dengan mengalahkan PSS Sleman 3-0. Ia pun berharap hasil serupa bisa diulangi saat berhadapan dengan Persib.
“Kami away lebih positif. PSM yang tidak pernah kalah di kandang, PSIS bisa kalahkan. (Di) Lamongan (Persela) juga kami menang. Sekarang di Bandung, harus menang,” tegasnya.
Meski demikian, dia memahami perlu kerja keras untuk bisa mengalahkan Persib. Apalagi Maung Bandung belum terkalahkan di empat pertandingan sebelumnya.
“Kami butuh poin karena berada di zona berbahaya. Ini, sayap harap, jadi motivasi pemain. Lawan siapapun, ya harus poin. Tiga poin, satu poin, alhamdulillah. Motivasinya saya arahkan ke sana. Motivasinya adalah kami dalam posisi nggak nyaman,” tegasnya. (ing)
FOTO: eze (persib) bruno silva (psis)
5 LAGA TERAKHIR PERSIB
01/11/19: Kalteng Putra-Persib 0-2
28/10/19: Persib-Persija 2-0
23/10/19: Bhayangkara-Persib 0-0
18/10/19: Persib-Persebaya 4-1
05/10/19: Madura United-Persib 2-1
5 LAGA TERAKHIR PSIS
02/11/19: PSIS-PSS 3-0
26/10/19: PSIS-Borneo FC 2-2
22/10/19: Barito Putera-PSIS 2-0
18/10/19: Persela-PSIS 0-1
29/09/19: PSIS-Badak Lampung 0-0
3 PERTEMUAN TERAKHIR
21/07/19: PSIS-Persib 0-1
18/11/18: PSIS-Persib 3-0
08/07/19: Persib-PSIS 1-0
PRAKIRAAN PEMAIN
Persib (4-3-3): Wirawan: (ka-ki) Supardi, Jupe, Kuipers, Ardi; (ka-ki) Febri, Nazari, Aziz; (ka-ki) Vizcarra, Eze, van Kippersluis.
Pelatih: Robert Rene Alberts.
PSIS (4-1-4-1): Jandia: (ka-ki) Hari, Cantillana, Septian, Claudir; Finky; (ka-ki) Frendi, Costa Alves, Syafryudin, Fredyan; Silva.
Pelatih: Bambang Nurdiansyah
Editor : Bsafaat

