Gol dan Performa Kelas Dunia Febri-Teja Perpanjang 'Nyawa' Robert Alberts

Persib Bandung mengawali kipahnya pada seri kedua BRI Liga 1 2021 dengan kemenangan 2-0 melawan pemuncak klasemen sementara, Bhayangkara FC.

Gol dan Performa Kelas Dunia Febri-Teja Perpanjang 'Nyawa' Robert Alberts
Febri Hariyadi merayakan gol ke gawang Bhayangkara FC bersama rekan setimnya Henhen Herdiana.

INILAHKORAN, Bandung- Persib Bandung mengawali kipahnya pada seri kedua BRI Liga 1 2021 dengan kemenangan 2-0 melawan pemuncak klasemen sementara, Bhayangkara FC.

Duel Bhayangkara vs Persib berlangsung di Stadion Madya Magelang, Yogyakarta, Sabtu 16 Oktober 2021. Persib butuh kemenangan untuk bangkit dari periode negatif setelah hanya menuai hasil imbang dalam empat laga terakhirnya.

Persib langsung tampil menekan sejak menit awal. Peluang terbaik tercipta pada menit ke-18 ketika wasit memberikan hadiah tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Bhayangkara FC.

GOL KELAS DUNIA! Eksekusi tendangan bebas Febri Hariyadi dengan kaki kirinya mampu menembus pojok kanan gawang Bhayangkara FC. Bola melengkung indah ke dalam gawang yang gagal diantisipasi penjaga gawang Awan Seto.

Baca Juga: Persib Patahkan Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara FC, Bintangnya Febri dan Teja Paku Alam

Unggul satu gol, Persib mulai mengendurkan intensitas serangan. Bhayangkara FC pun mulai mencoba memegang kendali permainan. Hanya saja, alur serangan yang di bangun selalu mentok di sepertiga lapangan lantaran Persib menumpuk banyak pemain di sektor tengah.

Bhayangkara tampak ingin memenangi pertarungan di lini tengah. Athur Bonai ditarik keluar untuk digantikan gelandang kreatif Evan Dimas pada menit ke-28.

Tetapi, justru Persib yang mampu menambah gol pada babak tambahan waktu tepatnya menit ke48. Ezra Walian mampu melepaskan tembakan kaki kiri di dalam kotak 16 yang lagi-lagi gagal dibendung kiper Awan Seto. Skor 0-2 bagi Persib bertahan hingga turun minum.

Selepas jeda, Bhayangkara FC benar-benar mengurung lini pertahanan Persib. Hanya beberapa kali saja mereka membiarkan penguasaan bola menjadi milik Persib.

Baca Juga: Keren... Mahasiswa Unpad Ikut Harumkan Jabar di PON XX Papua

Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Bhayangkara FC nyatanya tak kunjung berbuah gol. Selain sistem pertahanan kokoh yang diperagakan Maung Bandung, performa kiper Teja Paku Alam juga terbilang impresif.

Bhayangkara FC mendapatkan peluang emas pada menit ke-82 ketika wasit menunjuk titik putih lantaran menganggap pemain Persib melakukan hand ball. Inilah, momentum paling krusial bagi Persib dan Teja Paku alam.

Ezechiel N'Douassel maju sebagai eksekutor penalti dan melakukan gerakan tipuan dengan melepaskan tendangan ke arah tengah gawang. LUAR BIASA! Teja Paku Alam tampak dengan mudah mementahkan tendangan Ezechiel dan membuat Persib tetap unggul dua gol di laga ini.

Bhayangkara FC terus mencoba segala cara untuk memperkecil skor. Striker dengan kemampuan dan kecepatan tinggi, Andik Vermansyah dimasukkan menggantikan Renan Silva.

Baca Juga: Jadi, Sebenarnya Pelaku Penusukan yang Tewaskan Warga Ciwaruga Itu ODGJ Nggak Sih?

Bhayangkara terus mengurung pertahanan Persib tetapi semakin frustrasi lantaran kesulitan membuat peluang bersih. Satu-satunya peluang bersih di penghujung laga lagi-lagi mentah di tangan Teja Paku Alam. Kali ini, tembakan keras Andik Vermansyah yang dimentahkan eks kiper Semen Padang itu. Hingga peluit panjang, keunggulan dua gol untuk Persib tetap bertahan.

Pembuktian

Kemenangan ini membuat Persib untuk sementara menempati posisi ketiga klasemen sementara BRI Liga 1. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Bhayangkara yang menempati puncak. Selain itu, tiga poin yang diraih dari Bhayangkara jadi bukti Persib masih layak diperhitungkan sebagai kandidat juara musim ini.

Persib memang mengalami periode negatif pada seri pertama BRI Liga 1 dengan raihan empat hasil imbang berturut-turut. Posisi Pelatih Robert Alberts pun goyah. Segelintir bobotoh menuntut manajemen Persib untuk mencopot Robert Alberts dari jabatannya.

Baca Juga: Patut Dicontoh Nih, Pelajar Australia Belajar Daring Seni Tari dan Musik Indonesia

Tapi tampaknya, kemenangan melawan Bhayangkara FC untuk sementara meredam isu pemecatan Robert Alberts.

Roberts sendiri memilih enggan mengomentari segala macam kritik yang mengarah untuknya. Dia hanya ingin fokus mengapungkan prestasi Persib musim ini.

"Mengenai itu (kritik) saya tidak ingin memberikan komentar. Karena fokus saya hanya untuk tim, tidak ada yang lain," ujar Robert

Tidak hanya itu, Robert juga tidak ingin mengomentari peringatan manajemen Persib terhadapnya. Sesuai dengan pernyataan manajemen Persib, bahwa pelatih berusia 65 tahun itu harus bisa meraih hasil maksimal di seri kedua jika nasibnya di Persib ingin aman.

"Dimana manajemen memberikan peringatan? Seperti yang saya katakan, saya tidak mau memberikan komentar dan saya tidak melihat adanya peringatan," tegasnya.***


Editor : inilahkoran