Pertamina Klaim PRESSMON BALI Tekan Risiko dan Hemat Biaya Hingga Rp107 Miliar

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem keselamatan distribusi energi nasional. Salah satunya dengan mengimplementasikan  Pressure Monitoring System (PRESSMON BALI) - Balongan ke Integrated Terminal Jakarta.

Pertamina Klaim PRESSMON BALI Tekan Risiko dan Hemat Biaya Hingga Rp107 Miliar

INILAHKORAN.ID - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem keselamatan distribusi energi nasional. Salah satunya dengan mengimplementasikan  Pressure Monitoring System (PRESSMON BALI) - Balongan ke Integrated Terminal Jakarta.

Sistem digital ini sebagai pemantau tekanan pipa berbasis real time pada jalur strategis penyaluran BBM dari Integrated Terminal (IT) Balongan, Indramayu, menuju IT Jakarta. Demikian dikatakan
Integrated Terminal Manager Balongan, Gema Ramadhan, Rabu 14 Januari 2026.

Dia menjelaskan, PRESSMON BALI dirancang untuk mendeteksi potensi tekanan berlebih (overpressure) sejak dini. Sistem ini dilengkapi dengan alarm otomatis yang memungkinkan respons cepat ketika terjadi kondisi abnormal, sehingga dapat meminimalkan risiko kebocoran maupun kebakaran di sepanjang jalur pipa BBM.

"Penerapan sistem ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh atas insiden kebakaran yang terjadi di area Integrated Terminal Jakarta pada 2023 lalu," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari hasil evaluasi tersebut diketahui bahwa belum adanya sistem pemantauan tekanan pipa secara real time, menjadi salah satu faktor keterlambatan dalam mendeteksi dan menangani kondisi darurat.
Dengan beroperasinya PRESSMON BALI, seluruh jalur pipa Balongan–Jakarta kini dapat dipantau secara kontinu dan terintegrasi.

"Kehadiran sistem ini  mampu meningkatkan keandalan operasional, menjaga kelancaran distribusi BBM, serta memperkuat aspek keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar jalur pipa vital tersebut," akunya.

Selain meningkatkan keselamatan lanjut Gema, Pertamina juga mencatat adanya manfaat ekonomi dari implementasi PRESSMON BALI. Sistem ini berpotensi memberikan penghematan biaya atau cost avoidance hingga Rp107 miliar yang sebelumnya berisiko muncul akibat insiden kebakaran, kerusakan aset, maupun penghentian operasional terminal. Inovasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan suplai energi nasional.

PRESSMON BALI sangat berguna untuk menunjang keandalan dan keselamatan operasional pendistribusian BBM, khususnya ke wilayah Jakarta,” ujar Gema.

Sementara itu, Integrated Terminal Manager Jakarta, Miftahul Ulum, menilai sistem tersebut sebagai lapisan pengaman tambahan dalam operasional penerimaan BBM.

PRESSMON BALI merupakan safety barrier yang sangat baik, terutama untuk kegiatan operasional penerimaan BBM melalui jalur pipa dari Balongan.

Ke depan tambah Miftahul Ulum, Pertamina membuka peluang untuk mengadopsi PRESSMON BALI di jalur pipa lain yang memiliki karakteristik serupa di berbagai wilayah operasional. Langkah ini sejalan dengan upaya penguatan operational excellence, percepatan digitalisasi sistem monitoring, serta komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance). 


Editor : Ahmad Sayuti