Pertengahan Oktober Ini, Unpas Akan Laksanakan Kuliah Tatap Muka Terbatas

Kasus Covid-19 di Jabar kian melandai dan memasuki level 3. Berbagai sektor pun mulai bangkit. Tak terkecuali dunia pendidikan.

Pertengahan Oktober Ini, Unpas Akan Laksanakan Kuliah Tatap Muka Terbatas
Wakil Rektor Akademik Unpas Jaja Suteja.

INILAHKORAN, Bandung - Kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di Jabar kian melandai dan memasuki level 3. Berbagai sektor pun mulai bangkit. Tak terkecuali di dunia pendidikan.

Selain sekolah yang sudah mulai memasuki pembelajaran tatap muka (PTM), kini hal itu mulai merambah ke perkuliahan, baik negeri maupun swasta. Salah satunya adalah, Universitas Pasundan (Unpas) yang akan PTM terbatas pada pertengahan Oktober secara bertahap.

Wakil Rektor Akademik Unpas Jaja Suteja mengungkapkan, ada tiga hal yang harus dilakukan pihak kampus terkait PTM terbatas. Skema pertama, terkait praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa. Mata kuliah praktikum, laboratorium dan juga studio. Skema ini juga akan tetap memperlihatkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, kapasitas 50 persen, izin orangtua, dan sudah divaksin.

Baca Juga: Ternyata Inilah Kunci Sukses di Kota Bandung Dalam Percepatan Vaksinasi

Skema kedua, pelaksanaan sidang akhir yang terdiri dari mahasiswa S1, sidang tesis S2, dan sidang terbuka S3. Pelaksanaan sidang tersebut juga dilaksanakan dengan memperhatikam prokes secara ketat, seperti persyaratan yang disampaikan pada skema satu plus pada saat sidang dilaksanakan tidak diperkenankan membawa teman atau keluarga.

"Skema ketiga terkait PTM terbatas adalah kelas percontohan yang dilakukan kerjasama oleh prodi dan fakultas. Setelah sebelumnya, kerjasama dengan pusat dan konsultasi dengan Satgas Covid-19 Unpas dan Satgas Covid-19 Kota Bandung," kata Jaja Suteja saat ditemui di Kampus Unpas Lengkong, Kota Bandung, Rabu 6 Oktober 2021.

Untuk mengantisipasi terjadinya potensi klaster transmisi Covid -19 di kampus Unpas, kata Jaja Suteja, pihaknya membentuk Satgas Covid -19 dari universitas sampai dengan fakuktas, serta SOP penangan apabila hal tetburuk terjadi.

Baca Juga: Animo Wisata Vaksin Tinggi, LPZ Sasar 4.000 Dosis dalam Empat Hari

Nantinya satgas Covid-19 Unpas akan secara rutin mekakukan randomized sampling pada peserta PTM terbatas baik dalam skema sidang akhir, kelas lab/studio praktik lapangan.

"Sampai saat ini 95 persen dosen dan tenaga kependidikan teah mengikuti vaksinasi kedua, sementara pada kelompok mahasiswa masih terbatas, vaksinasi mahasiswa baru dikisaran 15-2O persen, Dengan demikian kita akan secara hati-hati melaksanakan PTM Terbatas, karena kalau dilakukan secara serampangan sangat berisiko tinggi," tuturnya.

Baca Juga: Pria dengan Luka Tusuk Bikin Geger Warga Cicendo Bandung

Selain itu, Jaja Suteja pun menambahkan, upaya yang sedang dan akan dilakukan adalah, vaksinasi di tenaga kepandidikan terus berlangsung sampai dengan 100 persen. Pembentukan tim Satgas Covid-19 dan SOP-nya dan pelaksanaan penyelenggaraan vaksinasi masal baik untuk umum atau mahasiswa.

"Penyediaan sarana dan prasaran untuk mendukung rencana pelaksanaan PTM terbatas," kata Jaja Suteja.***(okky adiana)


Editor : inilahkoran