PerumdaTirta Raharja Perluas Layanan Air Minum di Wilayah Timur Kabupaten Bandung

Pemerintah Kabupaten Bandung dan Perumda Air Minum Tirta Raharja terus menunjukan komitmennya untuk memperluas akses air minum aman bagi warga melalui proyek Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Timur. 

PerumdaTirta Raharja Perluas Layanan Air Minum di Wilayah Timur Kabupaten Bandung

INILAHKORAN,Soreang - Pemerintah Kabupaten Bandung dan Perumda Air Minum Tirta Raharja terus menunjukan komitmennya untuk memperluas akses air minum aman bagi warga melalui proyek Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Timur. 

Tak sekadar membangun infrastruktur, tetapi proyek ini juga dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mencegah stunting, dan menjaga kelestarian sumber daya air.

Hingga kini, Perumda Tirta Raharja telah melayani 119.208 sambungan pelanggan di seluruh wilayah kerja. Namun, cakupan layanan di wilayah timur Kabupaten Bandung baru mencapai 8,18 persen atau sekitar 125 ribu jiwa dari total hampir satu juta penduduk. 

Melalui pengembangan SPAM ini, cakupan pelayanan akan diperluas ke delapan kecamatan, yaitu Ciparay, Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Cikancung, dengan target penambahan sekitar 45.000 sambungan pelanggan baru secara bertahap hingga tahun 2029.

Sekretaris Perusahaan Perumda Tirta Raharja, Toni S. Rezanaser, mengatakan pengembangan SPAM Wilayah Timur merupakan bagian dari program strategis yang telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bandung 2021–2026, RISPAM Kabupaten Bandung, hingga Rencana Bisnis Perumda Tirta Raharja.

“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum masyarakat saat ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan bagi generasi mendatang. Kami ingin memastikan bahwa air minum yang aman dapat diakses lebih luas, khususnya di wilayah timur Kabupaten Bandung yang selama ini cakupannya masih rendah,” kata Toni , Selasa 12 Agustus 2025. 

Dikatakan Toni, keistimewaan proyek ini terletak pada model kerja sama yang digunakan, yakni business to business (B to B) antara Perumda Tirta Raharja dan PT Air Bandung Timur sebagai Badan Usaha Pelaksana. Kata dia, skema ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk pengelolaan SPAM di tingkat daerah.

“Pelaksanaan seluruh proyek kami lakukan mengacu pada aturan yang berlaku, mulai dari peraturan internal perusahaan hingga regulasi nasional terkait kerja sama pemerintah dan badan usaha. Tahapan pengerjaan mulai dari persiapan, prakonstruksi, hingga konstruksi dijalankan secara bertahap dengan pengawasan dan pendampingan dari lembaga yang kompeten,” ujarnya.

Proyek ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bandung, DPRD Kabupaten Bandung, BPKP, Kejaksaan, akademisi, penggiat lingkungan, hingga masyarakat. 

“Keterlibatan semua pihak sangat penting agar setiap tahapan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan perundang-undangan,” katanya.

Sumber air baku SPAM Wilayah Timur berasal dari Intake Cibangoak di hulu Sungai Citarum pada elevasi +981 meter. Berdasarkan kajian teknis, debit maksimum rata-rata pada Februari mencapai 5,25 meter kubik per detik, sedangkan debit minimum rata-rata pada Agustus sebesar 2,74 meter kubik per detik. 

Debit terbesar tercatat pada Januari sebesar 8,23 meter kubik per detik, sementara debit terkecil terjadi pada Juli sebesar 1,31 meter kubik per detik. Debit andalan Q95 terendah juga terjadi pada Juli, yaitu sebesar 1,36 meter kubik per detik.

“Kajian kami menunjukkan Sungai Citarum hulu memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara terukur dan berizin tanpa mengganggu ekosistem maupun sektor lain. Kami sudah mengantongi izin resmi dari Kementerian PUPR dan persetujuan AMDAL, sehingga pengelolaan sumber air dilakukan secara legal dan berkelanjutan,” katanya.

Selain fokus pada pembangunan jaringan air minum, Perumda Tirta Raharja juga gencar menjaga kelestarian sumber daya air. Sepanjang 2025, perusahaan telah menanam lebih dari 12.000 pohon di kawasan resapan seperti Gambung, Situ Cileunca, Desa Cikoneng, Desa Tanjungwangi, Desa Pangauban, dan Desa Cikitu. Perusahaan juga membangun lima sumur dalam lengkap dengan jaringan perpipaan untuk masyarakat.

“Kami ingin pemanfaatan air baku berlangsung merata dari hulu hingga hilir dan tetap lestari. Upaya konservasi ini bukan hanya demi proyek saat ini, tetapi juga untuk keberlangsungan sumber daya air di masa depan,” ujarnya.

Toni menegaskan, manfaat dari pengembangan SPAM Wilayah Timur akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan tersedianya air minum yang aman dan terjangkau, kualitas kesehatan warga akan meningkat, risiko penyakit akibat air tercemar dapat ditekan, dan kasus stunting dapat dicegah. 

“Kami memastikan proyek ini dilaksanakan secara transparan, sesuai aturan, dengan pendampingan semua pihak, dan yang terpenting berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya.(rd dani r nugraha)


Editor : Ahmad Sayuti