Perwakilan Guru Honorer Beraudiensi dengan Sekda Jabar, Ini Hasilnya

Perwakilan guru honorer yang mengajar di SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat beraudiensi dengan Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja.

Perwakilan Guru Honorer Beraudiensi dengan Sekda Jabar, Ini Hasilnya
Perwakilan guru honorer beraudiensi dengan Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja, Senin 1 Agustus 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Perwakilan guru honorer yang mengajar di SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat beraudiensi dengan Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja.

Mereka meminta 3.600an guru honorer yang lulus passing grade dan belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar segera diangkat dan mengharapkan jam mengajar yang pasti.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pihaknya baru mengetahui terjadi penumpukan guru honorer di salah satu mata pelajaran yakni prakarya.

Baca Juga: Anaknya Diingatkan ya Bund! Siswa SD-SMP Dilarang Bawa Motor ke Sekolah

"Saya bertanya lagi kepada mereka, kenapa terjadi seperti itu. Rupanya mereka banyak yang sebetulnya backgroudnya bukan itu, lalu terpaksa mengajar di mata pelajaran itu," ujar Setiawan Wangsaatmaja, usai menerima perwakilan guru honorer di Gedung Sate, Senin 1 Agustus 2022.

Dia meminta, pertama, data kependidikan harus dicek kembali. Kedua, guru mata pelajaran prakarya mencapai 1.600 orang, apakah sesuai backgroudnya apa tidak.

"Dengan cara seperti itu, diharapkan misalnya yang bersangkutan dia backgroudnya mengajar Biologi, tetapi karena ada lowongan terkait dengan prakarya, akhirnya dia pindah ke prakarya. Menurut saya, nggak begitu seharusnya," ucapnya.

Baca Juga: Robert Alberts Berikan Marc Klok Peran Istimewa di Persib

Dia berharap, sampai akhir Agustus 2022 ini untuk memetakan kembali dari 3.600 guru honorer itu.

"Dari situ kita akan lihat, karena di dalam surat Menpan RB ada dua syarat, satu sesuai kebutuhan, jadi artinya bahwa formasi-formasi yang dibuka itu adalah yang sesuai kebutuhan, berkaitan dengan mata palajaran. Kedua, ketersediaan anggaran, kalau anggaran bahwa kita juga harus duduk sama-sama dengan pemerintah pusat," paparnya.

Baca Juga: Ratusan Jamaah Haji Asal KBB Segera Pulang, Kemenag Pesan Hal Ini

Sementara itu, Ketua Guru Lulus Passing Grade (GLPG) PPPK 2021 Endri Lesmana mengatakan, pihaknya datang untuk meminta kejelasan kuota dan payung hukum.

"Alhamdulilah hasil tadi kami dan teman-teman yang lain dapat kooperatif dan dapat beraudiensi secara akal sehat dengan pemangku kebijakan Sekda Jabar dan alhamdulillah segala hal yang menjadi poin penting dan permasalahan saya dapat komitmen untuk dapat diakomodir," paparnya. (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran