Perwakilan Karang Taruna se-Indonesia 'Nyantri' di Pesantren Al Ittifaq
Sebanyak 100 orang peserta Karang Taruna perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti pemantapan kewirausahaan di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Sebanyak 100 orang peserta Karang Taruna perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti pemantapan kewirausahaan di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.
Mereka berkesempatan mendapatkan pemantapan kewirausaan dibidang pertanian terpadu, meliputi pertanian, perikanan dan peternakan. Dalam pelatihan tersebut, mereka juga mempelajari pengembangan agribisnis, pengolahan kompos serta strategi pemasaran dan penawaran hingga produksi pasca panen dan budidaya hydrophonic.
Subhan salah seorang peserta dari Kalimantan Selatan, mengaku gembira bisa mengikuti pelatihan kewirausahan di tempat tersebut sejak Senin (24/6) kemarin.
"Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Banyak ilmu tentang kewirausahaan yang kami pelajari dan akan kami praktikkan di daerah kami. Dari kegiatan ini juga kami saling mengenal dengan saudara kami satu bangsa dan tanah air Indonesia di tempat ini. "kata Subhan disela pelatihan, Rabu (26/6/2019).
Dikatakan Subhan, dari tiga jenis pelatihan wirausaha ini, ia lebih tertarik dengan pengembangan usaha pertanian. Mengingat, daerahnya di Kalimantan Selatan lebih cocok untuk pengembangan usaha pertanian. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang ia peroleh selama mengikuti pelatihan, ia yakin bisa mengembangkan potensi pertanian di daerahnya.
"Saya sekarang memang tengah mengembangkan usaha budidaya jamur. Dengan mendapatkan pelatihan wirausaha ini wawasan menjadi lebih berkembang, termasuk mendapatkan pelatihan soal pengemasan dan pemasaran produk yang baik dan benar," ujarnya.
Kasubdit Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan Karang Taruna (TKSK) Kementrian Sosial Republik Indonesia, Dwi Citawasih mengatakan, pelatihan kewirausahaan untuk Karang Taruna itu diikuti oleh 100 orang peserta perwakilan dari setiap provinsi. Para peserta ini selama sepekan digembleng dengan berbagai ilmu pengetahuan mengenai kewirausahaan. Pelatihan dilakukan di dalam ruangan dan juga praktik langsung di lingkungan pesantren.
"Maksud dari kegiatan Pemantapan kewirausahaan Karang Taruna 2019, yakni agar Karang Taruna terampil dalam bidang kewirausahaan pertanian terpadu," kata Dwi.
Dwi melanjutkan, pemberdayaan Karang Taruna ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dibidang pertanian terpadu. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan Karang Taruna. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Karang Taruna dan masyarakat umumnya.
Diharapkan juga melalui pelatihan ini fungsi Karang Taruna dalam mencegah timbulnya masalah kesejahtreraan sosial masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudian untuk memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan, bhineka tunggal ika, tegaknya negara kesatuan republik Indonesia dapat diwujudkan optimal.
"Kegiatan ini juga untuk mendorong Karang Taruna agar memiliki usaha dan mengembangkan usaha dalam rangka penanganan masalah sosial, terutama dikalangan generasi muda," ujarnya.
Dwi melanjutkan, kegiatan ini berlangsung selama sepekan dari Senin (24/6) hingga Minggu (30/6) mendatang. Para peserta mendapatkan materi pelatihan dari Kementerian Sosial Dirjen Dayasos, Irjen Kemensos, Direktur PSPKKM, Kementerian Koperasi dan UKM yaitu Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan, praktisi dan Wirausahawan muda yaitu Duta ASEAN serta para Instruktur dari Pesantren Al Ittifaq dan juga dari pelaku usaha lainnya.(Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat

