Petani di Pangalengan Raup Untung Harga Cabai Mahal
Sejumlah petani cabai di Pangalengan, Kabupaten Bandung mengaku diuntungkan dengan harga cabai yang saat ini mahal. Keuntungan saat ini menjadi insentif bagi petani yang sebelumnya mengeluhkan harga cabai yang dibawah standar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Sejumlah petani cabai di Pangalengan, Kabupaten Bandung mengaku diuntungkan dengan harga cabai yang saat ini mahal. Keuntungan saat ini menjadi insentif bagi petani yang sebelumnya mengeluhkan harga cabai yang dibawah standar.
"Harga mahal insentif bagi petani. Tapi tidak semua petani punya lahan, karena banyak juga petani yang sewa lahan. Kemarin petani yang panen cabai murah terus sekarang tidak menanam hanya gigit jari ketika saat ini mahal," kata Juhara, petani cabai di Pangalengan, Minggu (28/7/2019).
Juhara mengatakan, satu pekan terakhir harga cabai keriting di tingkat petani mencapai Rp 47-46 ribu perkilogram. Namun, saat ini menurun kembali menjadi Rp 40-42 ribu perkilogram. Penurunan harga tersebut dipengaruhi pasokan yang datang dari Jawa Tengah dan minimnya pembeli di pasar. "Tapi saya lihat di televisi harga cabai di pasar sampai Rp 70-80 ribu," ujarnya.
Dikatakan Juhara, harga cabai rawit di tingkat petani saat ini mencapai Rp 55-56 perkilogram. Menurutnya, harga cabai mahal merupakan keinginan petani. Namun disatu sisi konsumen ingin harga murah.
"Kalau bisa harganya diatas BEP kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Petani tersenyum dan konsumen juga akan tersenyum," katanya.
Juhara melanjutkan, satu tahun terakhir petani cabai mengeluhkan harga cabai yang murah. Sehingga banyak yang enggan menanam cabai karena takut rugi.
"Harga tinggi di pasaran karena suplai dan demand. Ketersediaan cabai harus dijaga," katanya.
Dirinya memperkirakan jika harga cabai akan tetap tinggi hingga Januari-Februari mendatang.
Ade Mamad petani cabe lainnya di Pangalengan mengungkapkan, biaya menanam cabai hingga memanem di musim kemarau relatif besar. Sehingga kenaikan harga cabai di pasaran itu memang menguntungkan, namun hal ini berbanding lurus dengan besarnya biaya produksi yang harus mereka tanggung.
Harga perkilogram cabai sebesar Rp 60 ribu di tingkat petani ini memang sudah cukup lumayan, namun ia berharap harga masih bisa naik lagi.
"Saat musim kemarau saat ini kualitas cabai relatif kurang. Dari 15 ribu pohon maksimal hanya menghasilkan panen 3 kuintal cabai. Sedangkan kondisi cuaca stabil bagus bisa sampai 5 kuintal," ujarnya. (Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat

