INILAH, Subang - Kabupaten Subang, selama ini menjadi salah satu wilayah lumbung padi nasional. Sudah barang tentu, pemkab setempat dan pemerintah pusat harus bersinergi guna meningkatkan produktifitas pertanian di sana.
Sejauh ini, Kementerian Pertanian RI juga terus berjibaku melakukan berbagai inovasi supaya produktifitas pertanian khususnya jenis padi itu bisa lebih berkembang. Apalagi, pemerintah menargetkan 2045 mendatang Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.
Salah satu upaya yang saat ini tengah dilakukan, yakni dengan memanjakan para petani dengan cara memberikan bantuan yang mereka perlukan. Semisal, bantuan benih dan alat berteknologi untuk mempercepat dan meningkatkan produksi pertanian di wilayah itu.
Bisa dibilang, tahun ini Petani di Kabupaten Subang tengah mendapat angin segar dari Kementan. Apalagi, total bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat ini mencapai Rp 43 miliar.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menuturkan, seluruh bantuan itu sengaja digelontorkan untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian petani dalam memenuhi kecukupan pangan.
"Buat kami, kesejahteraan mereka adalah kebahagian kita semua," ujar Amran, saat menghadiri acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian di Alun Alun Kabupaten Subang, Rabu (27/3).
Adapun bantuan ini, antara lain 150 ekor domba yang diterima beberapa kelompok tani ternak. Kemudian, 8.500 ekor ayam yang salah satunya disalurkan kepada para santri di Pondok Pesantren Assalam Post, Sabilussalam dan Az Zahra.
Tak hanya itu, bantuan inipun di antaranya berupa traktor yang diberikan kepada sejumlah kelompok tani. Serta bantuan bibit padi, dan benih jenis holtikultura.
"Semua bantuan ini untuk mewujudkan pertanian yang berkeadilan secara merata. Maka itu, petani dan peternak sebagai penggerak utama di sektor pertanian perlu
ditingkatkan kesejahteraannya," katanya.
Amran menjelaskan, bantuan ini juga sekaligus upaya pemerintah dalam mendorong generasi milenial agar mau turun langsung ke sektor pertanian.
Dia berharap, bantuan ini mampu meningkatkan indeks penanaman dan efektif dalam menekan seluruh biaya operasional dan resiko kerugian jika dibandingkan dengan alat tradisonal.
"Ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah bahwa segala kebijakan dan program pertanian harus bisa mensejahterakan petani. Karena itu, penggunaan alsintan modern adalah pilihan tepat untuk meningkatkan produksi petani dan mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian," katanya.
Dengan bantuan ini, kata Amran, para petani dan peternak diharapkan terus membangun Subang sebagai wilayah yang mendukung Indonesia menuju lumbung pangan dunia.
"Saya juga mengapresiasi wilayah Subang mampu mewujudkan lumbung padi yang menjadi penopang kebutuhan nasional," pungkasnya.