Pilwalkot Bandung 2024, Survei Median: 3 Nama Mencuat dan Merata

Ada tiga nama yang mencuat dan elektabilitasnya cenderung merata, dari hasil survei Media Survei Nasional (Median) pada 22-30 Mei 2024 lalu untuk Pilwalkot Bandung.

Pilwalkot Bandung 2024, Survei Median: 3 Nama Mencuat dan Merata

INILAHKORAN, Bandung - Ada tiga nama yang mencuat dan elektabilitasnya cenderung merata, dari hasil Survei Media Survei Nasional (Median) pada 22-30 Mei 2024 lalu untuk Bandung'>Pilwalkot Bandung.

Melibatkan 400 responden pengguna aktif sosial media Facebook, dengan rentang usia 17-60 tahun yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bandung, nama Atalia Praratya, Muhammad Farhan dan H Erwin secara berurutan mendapatkan elektabilitas paling tinggi.

Dimana Atalia mendapatkan elektabilitas atau tingkat keterpilihan 12,9 persen lalu Farhan 11 persen dan H Erwin 8,3 persen.

Direktur Riset Median Ade Irfan mengatakan, pemilihan responden melalui Facebook, karena dinilai platform tersebut memiliki pengguna aktif di Indonesia. Sehingga pihaknya ingin menganalisis kecenderungan pilihan publik di sosial media tersebut secara lebih akurat.

"Angka ini menunjukkan bahwa kontestasi di Pilkada Kota Bandung masih sangat terbuka, karena belum ada kandidat yang mendominasi," kata Ade Irfan dalam keterangan resminya, Jumat 7 Juni 2024.

Dia melanjutkan, dari hasik Survei tersebut menunjukkan bahwa situasi politik pada Bandung'>Pilwalkot Bandung masih dinamis dan terbuka bagi seluruh figur untuk menaikkan elektoralnya.

Sebab masih ada sekitar 25 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab, mengenai kandidat potensial pilihan mereka.

"Dari hasil Survei ini, terlihat bahwa persaingan untuk menjadi Wali Kota Bandung masih sangat terbuka lebar, dengan beberapa kandidat utama memiliki peluang signifikan untuk menang," ucapnya.

Dengan hasil yang masih terbuka ini, persaingan di Bandung'>Pilwalkot Bandung 2024 diprediksi akan semakin menarik dan dinamis menjelang hari pemilihan, dimana akan dilaksanakan pada 27 November mendatang. 

Selain itu, ada tiga masalah prioritas yang diharapkan masyarakat untuk ditangani oleh pemimpin Kota Bandung kelak, antaranya kemacetan 26,4 persen, kesulitan ekonomi dan lapangan kerja 18 persen dan korupsi 10,1 persen. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana