Pimpin Apel Perdana, Jeje Akui Masih Canggung

Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail mulai melakukan aktivitas perdananya sebagai kepala daerah usai menjalani retreat di Magelang, Jawa Tengah sejak 21-28 Februari 2025.

Pimpin Apel Perdana, Jeje Akui Masih Canggung
Bupati Bandung Jeje Titchie Ismail

INILAHKORAN, Ngamprah - Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail mulai melakukan aktivitas perdananya sebagai kepala daerah usai menjalani retreat di Magelang, Jawa Tengah sejak 21-28 Februari 2025.

Senin, 3 Maret 2025 Jeje Ritchie Ismail memulai tugas dengan memimpin apel upacara di Plaza Mekarsari, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

Dalam apel tersebut, Dalam apel perdana tersebut, tercatat 214 Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hadir. Dari jumlah tersebut, 101 ASN karena pergantian shift, 51 ASN cuti, dan 72 ASN sakit. 

Sementara itu, jumlah ASN yang hadir mencapai 2.075 orang dari total 2.290 ASN yang wajib mengikuti apel.

"Hari ini pertemuan pertama saya dengan seluruh ASN di Bandung Barat," kata Jeje.

Menurutnya, menjadi seorang bupati merupakan pengalaman pertama dirinya sekaligus menjadi dunia baru, sehingga dirinya masih canggung.

"Kalau dulu cuma di bawah jadi masyarakat, sekarang diamanahi menjadi pemimpin," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jeje pun memperkenalkan diri sebagai Bupati Bandung Barat yang baru sekaligus menjelaskan visi serta misi 'Amanah' yang diusungnya sejak Pilkada.

Tak cuma itu, Jeje juga menyebutkan sejumlah program unggulan dan prioritas untuk mendukung visi misi tersebut. Untuk Bandung Barat yang lebih baik, tidak mungkin dilakukan oleh satu dua orang saja. 

"Tapi kita membutuhkan sumbangsih dari semua komponen yang terlibat. Saya butuh belajar banyak untuk saling mengisi dan saling belajar, untuk sama-sama membangun Bandung Barat," ujarnya.

Jeje mengaku, setelah mengikuti retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah, dirinya mendapatkan bekal yang cukup untuk memimpin Pemkab Bandung Barat. 

Dia menilai, pentingnya bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat sebagai kunci untuk memajukan pemerintahan ke arah Indonesia Maju.

"Banyak sekali materi yang sangat membantu untuk membekali pemerintahan di Bandung Barat seperti Good Governance, sinergi dari pusat ke daerah untuk bisa dikolaborasikan," ujarnya.

"Sesuai dengan astacita Bapak Prabowo (Subianto) dan Mas Gibran (Rakabuming Raka)," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti