Usai Sertijab, Jeje Bakal Tekan Anggaran yang Tidak Produktif, Apa Saja?

Jeje Govinda alias Jeje Ritchie Ismail berencana melaksanakan sejumlah kegiatan di hari pertama bertugas sebagai Bupati Bandung Barat periode 2025-2030.

Usai Sertijab, Jeje Bakal Tekan Anggaran yang Tidak Produktif, Apa Saja?

INILAHKORAN, Ngamprah - Jeje Govinda alias Jeje Ritchie Ismail berencana melaksanakan sejumlah kegiatan di hari pertama bertugas sebagai Bupati Bandung Barat periode 2025-2030.

Hal itu disampaikan Jeje usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) bupati dari Ade Zakir Hasyim yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Bupati Bandung Barat.

"Sertijab ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2016 Pasal 13 Ayat 7. Jadi dilaksanakan 14 hari setelah pelantikan dan pada hari ini 11 hari setelah dilantik oleh Presiden," kata Jeje, Senin 3 Maret 2025.

Selain itu, sebut Jeje, kegiatan sertijab ini dilaksanakan setelah dirinya melaksanakan kegiatan pembekalan atau retreat yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Magelang, Jawa Tengah pada 21-28 Februari 2025.

"Kegiatan retreat ini menjadi momen refleksi sebagai kepala daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan," sebutnya.

Jeje menyebut, ada banyak hal yang didapat dalam kegiatan retreat tersebut dirinya mendapat sejumlah pembekalan, seperti peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

Kedua, transformasi digital dan inovasi daerah. Ketiga, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Keempat, kolaborasi dan partisipasi publik.

"Ada hasil lain yang lebih penting dari retreat tersebut, yakni penyelarasan antara visi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, salah satunya melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025," ujarnya.

Sesuai dengan instruksi tersebut, kata Jeje, dirinya bakal memastikan bahwa kebijakan dan program yang dijalankan Pemkab Bandung Barat akan selaras dengan agenda pembangunan nasional.

"Dengan begitu program-program daerah dapat mendukung target pembangunan jangka panjang yang dicanangkan oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Termasuk, memprioritaskan efisiensi anggaran dengan menekan belanja yang tidak produktif dan memastikan anggaran digunakan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

"Saya berharap seluruh perangkat daerah, termasuk di kewilayahan untuk sama-sama menuntaskan target yang menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintah," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti